Investor juga tengah mencermati dan bersikap wait–and–see terhadap efektivitas reformasi pasar modal yang dilakukan OJK dan BEI, termasuk rencana mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November, menyoal rencana MSCI yang berencana menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia jadi Standalone Market.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) memperhitungkan nilai perdagangan mencapai Rp14,99 triliun dari sejumlah 36,96 miliar saham yang ditransaksikan, dengan frekuensi yang terjadi 1,8 juta kali jual–beli.
Tercatat masih ada penguatan 161 saham, dan sebanyak–banyaknya 520 saham terjadi pelemahan. Sisanya 112 saham stagnan.
Saham–saham big caps menjadi pemberat IHSG pada perdagangan hari ini, pelemahan saham BBCA, saham BYAN, juga saham EMAS. Diperberat lagi oleh saham–saham infrastruktur, saham energi, dan saham teknologi melemah paling dalam, dengan masing–masing minus 2,47%, 2,36% dan juga 2,06%.
Saham big caps menjadi pemberat IHSG hingga menempati top losers:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membebani 7,78 poin
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membebani 6,17 poin
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) membebani 3,85 poin
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membebani 3,53 poin
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) membebani 3,35 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membebani 2,68 poin
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) membebani 2,56 poin
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membebani 2,34 poin
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) membebani 2,22 poin
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) membebani 2,01 poin
Ambrolnya IHSG hari ini turut tergencet manuver profit taking trader di pasar saham, sehingga IHSG berbalik bergerak di teritori negatif setelah mengalami kenaikan empat hari berturut–turut. Dalam empat hari tersebut, terjadi lonjakan hampir 9% point–to–point/ptp.
IHSG ditutup di zona merah setelah menghadapi uji resistance MA5 5/391, diwarnai oleh aksi profit taking. Pelemahan ini merupakan pelemahan wajar, mengingat IHSG telah mengalami rally, analisis Panin Sekuritas.
“Di sisi lain, support terdekat berada di range 4.755–4.941. Area ini diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG, untuk kemudian rebound menuju resistance 5.607,” papar Panin dalam catatan terbarunya, Senin (26/10/2026).
Senada dengan Phintraco Sekuritas yang menuturkan, secara teknikal, IHSG kembali ditutup di bawah level 5.400, namun masih bertahan di atas level MA5. Histogram negatif MACD berlanjut menyempit dan Stochastic RSI bergerak di area pivot.
“Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 5.280–5.450,” terang Phintraco.
(fad)




























