Penyebab IHSG Ditutup Melemah di 5.373
Muhammad Julian Fadli
26 October 2026 17:25

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,22% di posisi 5.373 pada perdagangan Senin (26/10/2026), amblasnya saham–saham big caps jadi sebab, terutama saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Sepanjang hari IHSG terus–menerus terjerembab di tren pelemahan dengan penurunan yang bertambah dalam. Adapun rentang perdagangan terjadi pada area level 5.453 sampai dengan terendah 5.349.
Adapun tren bearish IHSG disebabkan oleh harga minyak yang kembali mengganas dan sempat menembus US$117/barel tersulut ancaman Presiden AS Donald Trump yang mengatakan “waktu untuk mengambil keputusan semakin dekat” terkait pilihan untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran atau melancarkan serangan (lagi), menyulut ketidakpastian di Timur Tengah yang terus berlanjut.
Pelemahan IHSG juga tersengat tekanan foreign outflow, investor asing yang terus–menerus melangsungkan net sell pasar saham Indonesia sampai dengan bulan Oktober 2026 mencapai Rp122 triliun lebih secara year–to–date/ytd, ini merupakan net sell terbesar sejak 1998.
Terlebih lagi, sentimen pasar turut dibebani oleh pelemahan nilai tukar rupiah sebesar 0,37% di level Rp18.124/US$, seiring meningkatnya kehati-hatian investor di tengah berlanjutnya penguatan indeks dolar AS, sebab pelaku pasar memprediksi The Fed akan kembali mengerek suku bunga acuan di sisa tahun ini hingga 2027 mendatang.






























