Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Tutup Pasar Spot di Level Rp18.124/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
26 October 2026 15:57

Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Senin (26/10/2026) melemah 0,37% ke posisi Rp18.124/US$, sejalan dengan tekanan yang terjadi pada mata uang Asia. Sentimen soal penurunan klasifikasi pasar saham RI menjadi biang keladi. Aksi jual tak tertahankan di semua aset, pasar surat utang dan saham.

Rupiah melemah, hampir mendekati level terendahnya tahun ini. (Bloomberg)

Di pasar surat utang, sebagian besar tenor mencatat kenaikan yield. Tenor 1 tahun naik 1,4 bps jadi 6,79%, disusul tenor 2 tahun naik 2,8 bps jadi 6,92%. Sementara tenor 3 tahun naik 1,5 bps jadi 7,09%. Begitu juga tenor 10 tahun naik 1,3 bps jadi 7,46%. Bahkan yield tenor 9 tahun berada di 7,5% setelah naik 2,4 bps, jadi lebih tinggi daripada yield tenor 10 tahun.

Investor asing juga tercatat telah melepas surat utang Indonesia senilai bersih US$203 juta pada 21 Oktober, berdasarkan data Kementerian Keuangan.


“Kinerja surat utang pemerintah RI dalam jangka pendek akan bergantung pada stabilitas rupiah, arus dana asing, dan perkembangan suku bunga global,” ujar Handy Yunianto, Kepala Riset Fixed-Income Mandiri Sekuritas, dalam catatannya seperti dikutip Bloomberg News.

Pergerakan yield di pasar obligasi RI pada Senin (26/10/2026). (Bloomberg)

Di sisi lain, arus keluar modal di pasar saham juga masih terjadi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sekitar 1% di tengah berlanjutnya aksi jual investor asing, sempat menyentuh posisi 5.384 kala penutupan perdagangan Sesi I hari ini. Data bursa juga menunjukkan investor global mencatatkan penjualan bersih saham sebesar US$71 juta di hari Jumat lalu.