Logo Bloomberg Technoz

Begini Hasil Uji Coba Jika Saham HSC Dikeluarkan dari Indeks

Muhammad Fikri
26 October 2026 15:05

Jeffrey Hendrik Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Sumber: Bloomberg Businessweek Indonesia
Jeffrey Hendrik Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Sumber: Bloomberg Businessweek Indonesia

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI)menyatakan hasil pengujian historis atau backtest menunjukkan pengeluaran saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan menyebabkan lonjakan pergerakan indeks.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan bobot saham HSC yang dikeluarkan dari perhitungan indeks akan didistribusikan kepada saham-saham lain yang masih menjadi konstituen IHSG. Dengan demikian, eliminasi saham HSC tidak serta-merta membuat IHSG turun secara drastis.

“Kami sudah melakukan back test bahwa dengan pengeluaran saham-saham HSC tidak akan mengakibatkan lonjakan, tetapi dapat mengakibatkan IHSG kita yang lebih kredibel, yang dapat digunakan lebih baik oleh para investor dalam melakukan tracking kepada indeks kita,” kata Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin (26/10/2026).


Dia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari ketentuan sebelumnya yang mengecualikan saham-saham HSC dari indeks IDX30, LQ45, dan IDX80. Dalam penerapannya pada IHSG, bobot saham yang dikeluarkan akan dialihkan ke saham lain yang tetap menjadi konstituen indeks.

“Dalam implementasi awal, tentu tidak akan mengakibatkan penurunan drastis. Sama seperti ketika kita mengeluarkan saham tertentu, distribusi bobot tersebut akan diberikan kepada saham-saham lain yang masih ada di dalam konstituen indeks,” ujarnya.