Logo Bloomberg Technoz

Arah Rupiah Hari Ini Saat Harga Minyak Bertahan di US$115/Barel

Tim Riset Bloomberg Technoz
26 October 2026 08:08

Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah hari ini, Senin (26/10/2026), diperkirakan melanjutkan konsolidasi dengan bias pelemahan di rentang Rp18.000-18.090/US$ dalam perdagangan pasar spot.

Di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF), rupiah defensif dan masih bertengger di atas Rp18.100/US$. Pada 07:20 WIB, rupiah offshore berada di Rp18.125/US$, memangkas pelemahan jadi 0,07% dari 0,1% di posisi pembukaan awal pekan ini.

Rupiah di pasar luar negeri per Senin (26/10/2026). (Bloomberg)

Tekanan terhadap rupiah datang dari harga minyak mentah yang kembali melejit. Brent tercatat sempat naik ke US$116,79/barel pada penutupan Jumat (23/10/2026).


Meski pagi ini sedikit terpangkas ke US$115,81/barel, tetapi tekanan harga tetap tercermin dan mendekati posisi tinggi pada April lalu di US$118/barel. Terlebih, ketidakpastian resolusi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran belum menunjukkan tanda perbaikan. 

Di sisi lain, indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama terpangkas 0,1% ke 101,71. Pemangkasan ini sejalan dengan yield US Treasury yang kembali landai di bawah 5%, tepatnya 4,99%.