Logo Bloomberg Technoz

MINYAK & GAS

RI Diminta Perjelas Pemilik Volume Gas yang Dipotong ke Singapura

Sabrina Mulia Rhamadanty
26 October 2026 09:40

Jalur pipa gas untuk mengalirkan gas alam./Bloomberg-Victor J. Blue
Jalur pipa gas untuk mengalirkan gas alam./Bloomberg-Victor J. Blue

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal mengatakan status kepemilikan volume gas yang dipangkas dalam ekspor ke Singapura harus diperjelas agar tidak menimbulkan ketidakpastian serta mengganggu iklim investasi dan kenyamanan para investor migas di Tanah Air.

Langkah ini merespons keputusan pemerintah yang resmi memangkas pasokan ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik per hari atau Million Standard Cubic Feet per Day (MMBTU/BBTU) mulai Sabtu (24/10/2026). 

"Harus diperjelas, ini yang dipangkas kepemilikan gasnya milik pemerintah atau KKKS [Kontraktor Kontrak Kerja Sama]," ungkap Moshe saat dihubungi Bloomberg Technoz, Senin (26/10/2026). 


Moshe menambahkan bahwa dalam konteks pasokan yang dialokasikan untuk ekspor ke Singapura, volume gas sebesar 31 MMBTU tersebut secara fisik merupakan gabungan dari bagian milik pemerintah dan bagian milik KKKS.

Pipa gas alam cair atau LNG./Bloomberg-Milan Jaros

Oleh karena itu, ketika pemerintah mengambil kebijakan untuk memangkas ekspor guna memenuhi kebutuhan domestik (Domestic Market Obligation/DMO), penetapan bagian mana yang dipangkas menjadi aspek hukum dan finansial yang sangat krusial.