Logo Bloomberg Technoz

Karena itu, persiapan menjadi hal penting bagi seseorang yang ingin mengikuti maraton. 

Vito menjelaskan, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan seseorang sebelum mengikuti lomba maraton agar tubuh memiliki kesiapan yang memadai.

1. Bangun kebiasaan olahraga secara bertahap
   
Pemula dapat memulai dengan jalan cepat atau kombinasi jalan dan lari, kemudian meningkatkan durasi serta jarak sesuai kemampuan. Target lari 5 kilometer (km) atau 10 km dapat menjadi langkah awal sebelum mengejar jarak maraton. Persiapan maraton umumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan, terutama bagi orang yang belum memiliki dasar latihan.

2. Atur intensitas dan jarak latihan
   
 Latihan tidak harus selalu dilakukan dengan cepat atau melelahkan. Sebagian besar sesi dapat dilakukan pada intensitas nyaman, ketika pelari masih mampu berbicara dalam kalimat. Jarak latihan panjang perlu ditambah secara bertahap. Pelari juga sebaiknya tidak meningkatkan jarak, kecepatan, dan frekuensi latihan secara agresif dalam waktu bersamaan.

3. Lakukan latihan kekuatan dan istirahat yang cukup
   
 Selain berlari, latihan kekuatan, misalnya dua kali seminggu, dapat menjadi bagian dari persiapan. Tidur cukup dan menyediakan waktu istirahat juga penting agar tubuh dapat pulih. Menjelang lomba, beban latihan biasanya dikurangi untuk membantu tubuh memulihkan diri.

4. Persiapkan strategi makan dan minum
   
Lari selama berjam-jam membutuhkan asupan energi, terutama karbohidrat, serta pengaturan cairan sesuai kebutuhan tubuh. Strategi makan dan minum sebaiknya dicoba saat latihan, bukan baru diterapkan pada hari perlombaan. Pelari juga perlu menghindari konsumsi cairan secara berlebihan.

5. Sesuaikan latihan dengan kondisi cuaca
   
Cuaca panas dan lembap dapat meningkatkan beban tubuh ketika berlari. Karena itu, pelari perlu menyesuaikan kecepatan dan target dengan kondisi cuaca serta kemampuan fisik. Jangan memaksakan diri apabila tubuh menunjukkan tanda-tanda kelelahan atau kepanasan.

6. Kenali kondisi kesehatan sebelum mengikuti maraton
   
Orang yang memiliki penyakit jantung, mengalami nyeri dada saat beraktivitas, pernah pingsan ketika berolahraga, atau memiliki riwayat kematian mendadak pada usia muda dalam keluarga sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menjalani latihan berat. Kebutuhan pemeriksaan kesehatan perlu disesuaikan dengan riwayat, gejala, dan faktor risiko masing-masing. Jika mengalami nyeri dada, hampir pingsan, atau sesak napas yang tidak wajar saat berlari, segera hentikan aktivitas dan cari pertolongan medis.

Viral Klaim Virgin Marathon Tanpa Latihan

Pembahasan mengenai risiko maraton tanpa persiapan muncul setelah seorang pengguna Threads mengklaim berhasil menyelesaikan maraton tanpa latihan sebelumnya dalam rangkaian Jakarta Running Festival (JRF) 2026.

" Akhirnya, bisa virgin marathon tanpa latihan, bertanya dengan bahasa bayi, apakah boleh?," tulis pengguna akun Threads tersebut.

Jakarta Running Festival 2026 berlangsung pada 22-25 Oktober 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Rangkaian festival berlangsung selama empat hari, sedangkan perlombaan utama digelar pada 24-25 Oktober 2026.

Klaim tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan menyelesaikan lomba tidak serta-merta menunjukkan bahwa aktivitas itu aman dilakukan tanpa persiapan. Kondisi fisik setiap orang berbeda, sehingga pengalaman seseorang menyelesaikan maraton tanpa latihan tidak dapat dijadikan acuan keamanan bagi orang lain.

(dec/spt)

No more pages