Logo Bloomberg Technoz

Panas Ekstrem Ubah Persiapan Pelari Maraton di Berbagai Negara

Redaksi
20 October 2026 15:00

Gelombang badai mendekati pelari di pinggiran Three Anchor Bay, Cape Town, Afrika Selatan, Kamis (11/7/2024). (Dwayne Senior/Bloomberg)
Gelombang badai mendekati pelari di pinggiran Three Anchor Bay, Cape Town, Afrika Selatan, Kamis (11/7/2024). (Dwayne Senior/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Cuaca panas ekstrem tengah melanda berbagai negara sejak Juli 2026. Para pelari maraton pun mengubah cara latihan mereka.

Dilansir dari Bloomberg News, berlatih di tengah cuaca buruk sudah lama menjadi bagian dari perjalanan para pelari maraton. Namun, kondisi cuaca ekstrem saat ini memengaruhi jadwal latihan dan hari perlombaan dengan cara yang dapat berdampak pada keselamatan serta performa pelari.

Alih-alih meminta pelari untuk sekadar bertahan menghadapi kondisi tersebut, para pelatih menyarankan mereka menyesuaikan kecepatan, berlari pada waktu yang lebih sejuk, dan beralih ke latihan di dalam ruangan jika diperlukan. 


Alternatifnya, pelari berisiko mengalami kelelahan akibat panas (heat exhaustion) dan, dalam kondisi ekstrem, sengatan panas (heatstroke). Kondisi terakhir ini berpotensi mengancam nyawa serta dapat merusak otak dan organ tubuh lainnya.

Steph Kessell, pelatih utama Runna, menjelaskan bahwa tubuh harus bekerja jauh lebih keras untuk mendinginkan diri saat suhu tinggi.