Inflasi Tekan Biaya Liburan, eSIM Murah Jadi Alternatif

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan harga kian terasa di kantong. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan September 2026 mencapai 3,28%, naik dari 2,65% setahun sebelumnya dan 1,84% pada September 2024. Kelompok transportasi termasuk penyumbang terbesar, dengan inflasi 4,84%.
Bagi yang berencana liburan ke luar negeri, kenaikan itu terasa berlapis. Pelemahan rupiah terhadap dolar AS membuat tiket, hotel, dan belanja di negara tujuan ikut lebih mahal. Perjalanan warga Indonesia ke luar negeri dilaporkan turun 2,4%. Asosiasi biro perjalanan Asita menilai penurunan itu dipicu biaya yang makin mahal akibat pelemahan rupiah, sementara harga tiket pesawat belum banyak bergerak turun.
Di tengah kondisi itu, wisatawan dituntut lebih jeli memilih pos yang masih bisa ditekan. Tiket dan hotel sulit ditawar. Namun ada satu pengeluaran yang selisih harganya bisa sangat lebar tergantung pilihan: internet.
Pos Kecil yang Sering Bocor
Selama bertahun-tahun, paket roaming dari operator asal menjadi pilihan default. Praktis, tetapi mahal. Tidak sedikit wisatawan yang baru sadar tagihannya setelah pulang.
eSIM perjalanan mengubah hitungan tersebut. Profil data cukup diunduh ke ponsel, tanpa kartu fisik dan tanpa melepas nomor Indonesia. Karena penyedia eSIM membeli kapasitas dari operator lokal di negara tujuan, harga per gigabyte-nya umumnya jauh di bawah paket roaming.































