Gambaran Ekonomi Terlalu Optimistis
Dalam hasil survei disebutkan, indikator utama ekonomi dinilai dapat memberi gambaran yang terlalu optimistis mengenai kondisi perekonomian nasional.
Para ekonom paling banyak menilai bahwa pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) memberikan gambaran yang terlalu optimistis mengenai kondisi perekonomian Indonesia, dengan 44 dari 63 responden (70%) memilih indikator tersebut.
Tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran menyusul sebagai indikator yang paling banyak dipilih, masing-masing oleh 31 responden (49%). Hal ini mengindikasikan bahwa bahkan indikator sosial yang umum digunakan dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya di masyarakat.
Sementara itu, defisit fiskal (20 responden atau 32 %) dan pertumbuhan investasi (13 responden atau 21 % ) juga dinilai memberikan gambaran yang terlalu positif oleh sebagian responden. Terakhir, kinerja pasar keuangan (10 responden atau 16 %) menjadi perhatian bagi proporsi responden yang relatif lebih kecil.
Profil Survei
Survei LPEM UI ini secara khusus mengumpulkan persepsi para ahli mengenai kondisi ekonomi dan sosial, serta perkembangan kebijakan, dengan membandingkan dengan periode sebelumnya dan mengevaluasi ekspektasi masa depan.
Survei ini adalah semester kedua dari survei ahli ekonomi pada 2026. Survei dilakukan pada periode 21 September hingga 13 Oktober melalui platform survei online.
Sampel terdiri dari 63 ahli ekonomi dari berbagai latar belakang, dari akademisi, lembaga penelitian, think tanks, sektor swasta, dan organisasi/institusi multinasional.
Para ahli berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yakni Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatra Utara, Sumatra barat, Banten, Bali, Maluku Utara, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur. Responden dari luar negeri berasal dari Australia, Inggris, Korea Selatan, Tiongkok, serta institusi multinasional.
(lav)




























