Dua digit pertama dalam NIK menunjukkan kode provinsi tempat NIK diterbitkan. Sebagai contoh, angka 31 digunakan untuk DKI Jakarta, 32 untuk Jawa Barat, dan 34 untuk Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berikut daftar kode provinsi yang digunakan dalam NIK:
-
11: Aceh
-
12: Sumatera Utara
-
13: Sumatera Barat
-
14: Riau
-
15: Jambi
-
16: Sumatera Selatan
-
17: Bengkulu
-
18: Lampung
-
19: Kepulauan Bangka Belitung
-
21: Kepulauan Riau
-
31: DKI Jakarta
-
32: Jawa Barat
-
33: Jawa Tengah
-
34: Daerah Istimewa Yogyakarta
-
35: Jawa Timur
-
36: Banten
-
51: Bali
-
52: Nusa Tenggara Barat
-
53: Nusa Tenggara Timur
-
61: Kalimantan Barat
-
62: Kalimantan Tengah
-
63: Kalimantan Selatan
-
64: Kalimantan Timur
-
65: Kalimantan Utara
-
71: Sulawesi Utara
-
72: Sulawesi Tengah
-
73: Sulawesi Selatan
-
74: Sulawesi Tenggara
-
75: Gorontalo
-
76: Sulawesi Barat
-
81: Maluku
-
82: Maluku Utara
-
91: Papua Barat
-
92: Papua
Setelah kode provinsi, digit ketiga dan keempat menunjukkan kode kabupaten atau kota. Berikutnya, digit kelima dan keenam merupakan kode kecamatan.
Menurut Dukcapil, enam digit pertama tersebut tidak berubah meskipun pemilik NIK berpindah domisili. Hal ini karena NIK berlaku seumur hidup, sedangkan kode wilayah mengacu pada lokasi saat NIK pertama kali diterbitkan.
2. Enam Digit Berikutnya Menunjukkan Tanggal Lahir
Digit ketujuh dan kedelapan pada NIK menunjukkan tanggal lahir pemiliknya. Namun, terdapat aturan khusus untuk penduduk perempuan, yaitu angka tanggal lahir ditambah 40.
Ketentuan tersebut diterapkan karena angka 01 hingga 31 telah digunakan untuk menunjukkan tanggal lahir laki-laki. Dengan menambahkan angka 40, kode tanggal lahir perempuan dapat dibedakan dari kode tanggal lahir laki-laki.
Sebagai contoh, perempuan yang lahir pada tanggal 5 akan memiliki kode tanggal 45 pada NIK. Sementara itu, laki-laki yang lahir pada tanggal yang sama menggunakan kode 05.
Adapun digit kesembilan dan kesepuluh menunjukkan bulan kelahiran, sedangkan digit kesebelas dan kedua belas menunjukkan dua angka terakhir tahun kelahiran.
Sebagai ilustrasi, pada NIK 3602041211870001, bagian 121187 menunjukkan tanggal lahir 12 November 1987. Angka 12 merupakan tanggal, 11 menunjukkan bulan November, dan 87 merupakan dua angka terakhir tahun kelahiran.
3. Empat Digit Terakhir Merupakan Nomor Urut Penerbitan NIK
Bagian terakhir NIK, yakni digit ketiga belas hingga keenam belas, merupakan nomor urut penerbitan NIK. Nomor ini digunakan untuk membedakan identitas setiap penduduk dalam sistem administrasi kependudukan.
Pada contoh NIK 3602041211870001, empat digit terakhir berupa angka 0001 menunjukkan nomor urut pendaftaran pemilik NIK saat pertama kali diterbitkan.
Nomor urut tersebut diproses secara otomatis melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Dengan susunan ini, NIK menjadi nomor identitas yang bersifat unik bagi setiap penduduk.
Selain memahami arti setiap digitnya, masyarakat juga perlu menjaga kerahasiaan NIK. Nomor identitas tersebut termasuk data pribadi yang berisiko disalahgunakan apabila tersebar kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dukcapil mengimbau masyarakat agar tidak membagikan NIK secara sembarangan, terutama melalui media sosial atau kepada pihak yang tidak jelas tujuan penggunaannya.
Karena NIK digunakan dalam berbagai keperluan administrasi, masyarakat sebaiknya hanya memberikan nomor tersebut ketika memang diperlukan dan melalui saluran yang tepercaya.
Dengan memahami susunan 16 digit NIK, masyarakat dapat mengetahui arti kode wilayah, tanggal lahir, dan nomor urut penerbitannya. Namun, kerahasiaan nomor identitas tersebut tetap perlu dijaga untuk mengurangi risiko penyalahgunaan data pribadi.
(seo)





























