Bahlil memandang harga batu bara terus mengalami kenaikan, sehingga dirinya bakal terus melanjutkan peningkatan produksi melalui relaksasi kuota produksi terbatas.
“Hari ini [harga batu bara] mencapai US$154/ton untuk kalori 6.322 dan harapan kita memang adalah harganya bagus, produksinya kita naikkan. Sekarang kita tetap akan melakukan relaksasi terbatas untuk menjaga supply and demand,” kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (19/10/2026).
Sebagai catatan, pada awal tahun ini, cukup banyak penambang minerba yang mengeluhkan belum menerima persetujuan RKAB 2026, padahal telah memasuki Januari 2026.
Kementerian ESDM sempat mengakui belum menerbitkan persetujuan RKAB 2026 pada awal Januari, seiring dengan wacana pemerintah memangkas produksi sejumlah komoditas pertambangan demi menjaga harga tahun ini.
Akibat keterlambatan tersebut, beberapa perusahaan tambang bahkan terpaksa menyetop sementara operasional tambangnya sehingga tidak dapat melanjutkan produksi.
Kementerian ESDM akhirnya memberikan relaksasi bagi perusahaan tambang agar tetap bisa menjalankan operasional tambang selama 3 bulan; dengan ketentuan produksi dibatasi sebesar 25% dari RKAB 2026 versi 3 tahunan.
Di sisi lain, Kementerian ESDM menetapkan kuota produksi batu bara pada RKAB 2026 menjadi sekitar 600 juta ton, turun dari realisasi produksi pada 2025 sebanyak 817,48 juta ton.
Meski demikian, badan usaha pertambangan dapat mengajukan perubahan RKAB setelah menyampaikan laporan berkala hingga kuartal kedua atau paling lambat 31 Juli pada tahun berjalan.
Untuk batu bara, Kementerian ESDM memperkirakan produksi batu bara mencapai 720 juta metrik ton hingga akhir 2026.
Adapun, Berdasarkan data pelacakan kapal Kpler yang dihimpun SX Coal, ekspor batu bara ke China melalui jalur laut pada September 2026, mencapai 12,42 juta metrik ton, turun 15,48% dari bulan sebelumnya atau secara month to month (mtm) dan turun 32,97% secara tahunan atau year on year (yoy).
Secara umum, ekspor batu bara Indonesia melalui jalur laut pada September 2026 tercatat sebesar 36,45 juta metrik ton naik tipis 0,52% dari bulan sebelumnya dan turun 18,11% yoy.
Lebih lanjut, SX Coal mencatat India menjadi negara tujuan ekspor batu bara terbesar kedua dengan volume sebesar 8,53 juta metrik ton pada September 2026.
Besaran tersebut dilaporkan naik 22,03% dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi turun 3,63% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Selanjutnya, ekspor batu bara Indonesia ke Filipina mencapai 3,37 juta metrik ton pada September 2026, naik 9,02% dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan naik 6,97% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kemudian, ekspor batu bara Indonesia ke Malaysia pada September 2026 mencapai 1,87 juta metrik ton atau turun 10,69% secara bulanan dan turun 26,02% secara tahunan.
Ekspor batu bara ke Vietnam pada September 2026 mencapai 1,86 juta metrik ton, turun secara 8,37% dan naik 4,77% secara tahunan.
(azr/del)
























