
Bloomberg Technoz, Jakarta - Hampir seluruh wilayah Taiwan menghentikan aktivitas pada 23 Oktober menjelang kedatangan Topan Champi. Badai tersebut membawa angin kencang dan hujan lebat, meski kekuatannya mulai melemah. Pemerintah menutup sekolah dan kantor, sementara layanan penerbangan terdampak pembatalan massal.
Berdasarkan laporan The Straits Times, dikutip Sabtu (24/10), satu orang tewas dan 163 lainnya terluka akibat angin kencang dan hujan deras yang melanda Taiwan. Jumlah korban luka itu direvisi turun dari laporan sebelumnya sebanyak 171 orang. Pemerintah juga mengevakuasi 2.639 orang dari kawasan pegunungan.
Kementerian Transportasi Taiwan menyatakan seluruh 262 penerbangan domestik dan lebih dari 700 penerbangan internasional dibatalkan pada 23 Oktober. Dengan demikian, hampir 1.000 penerbangan tidak beroperasi akibat badai tersebut.
Pasar keuangan Taiwan juga ditutup pada hari yang sama. Hanya Kepulauan Kinmen, yang dikuasai Taiwan dan terletak di dekat pesisir China, yang tetap membuka sekolah dan kantor seperti biasa.
Champi sempat mencapai status supertopan dan menjadi salah satu badai terkuat di Samudra Pasifik pada 2026. Menurut Badan Meteorologi Pusat Taiwan (CWA), badai tersebut masih membawa embusan angin dengan kecepatan sekitar 191 kilometer per jam di dekat pusatnya.

































