Logo Bloomberg Technoz

Singapura Perluas Penyelidikan 10 Perusahaan Terkait Karhutla RI

News
24 October 2026 12:30

Kondisi udara Singapura imbas karhutla. (Sumber: Bloomberg)
Kondisi udara Singapura imbas karhutla. (Sumber: Bloomberg)

Lili Pike dan Anuradha Raghu - Bloomberg News

Bloomberg, Singapura memperluas penyelidikan terhadap kebakaran yang memicu kabut asap dari Indonesia dan menyelimuti negara kota tersebut. Pemerintah Singapura meminta informasi dari 10 perusahaan yang terdaftar secara lokal.

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) mengirimkan surat permintaan dokumen dan informasi mengenai area konsesi lahan milik perusahaan-perusahaan tersebut di Indonesia, langkah penanggulangan kebakaran dan pencegahan kebakaran yang mereka lakukan, serta hubungan mereka dengan perusahaan lain yang relevan. Hal itu disampaikan NEA dalam pernyataan pada Jumat (23/10).


NEA menyebutkan, seluruh 10 perusahaan yang terdaftar di Singapura tersebut bergerak di sektor kelapa sawit atau kehutanan. Di antaranya adalah Wilmar International Ltd, Golden Agri International Pte Ltd, dan First Resources Ltd.

Singapura, Malaysia, dan sejumlah wilayah lain di Asia Tenggara mengalami salah satu tingkat pencemaran udara terburuk sejak 2015 akibat kabut asap yang ditimbulkan kebakaran di Indonesia. Meski kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun, situasi dalam beberapa bulan terakhir memburuk akibat kondisi kekeringan yang diperparah oleh fenomena El Niño dengan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya.