Logo Bloomberg Technoz

Penembakan di Prancis Tewaskan 1 Orang, Macron Sebut Aksi Teroris

Redaksi
24 October 2026 09:00

Ilustrasi Penembakan. (Photo by Maurício Mascaro via pexels)
Ilustrasi Penembakan. (Photo by Maurício Mascaro via pexels)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan dari dalam mobil, menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya, termasuk seorang anak perempuan berusia 12 tahun yang ditembak delapan kali, di pinggiran Paris pada Jumat (23/10). Presiden Prancis menyebut insiden tersebut sebagai “serangan teroris rasis”.

Pria itu “menembak secara membabi buta dengan tujuan menimbulkan pertumpahan darah” saat berkendara melintasi kota Trappes, kawasan kelas pekerja di barat daya Paris, serta La Verrière yang berdekatan, kata Wali Kota Trappes Ali Rabeh, dikutip dari AFP, Sabtu (24/10).

Sebagian besar korban berasal dari latar belakang asing. Jaksa menyelidiki kemungkinan serangan tersebut menargetkan korban berdasarkan “ras, etnis, kebangsaan, atau agama yang sebenarnya maupun yang dianggap melekat pada mereka”.


“Apa yang terjadi di sini hari ini adalah serangan teroris rasis,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron saat mengunjungi Trappes pada hari yang sama.

“Ini merupakan titik balik karena untuk pertama kalinya terjadi aksi teror yang bertujuan membunuh sesama warga negara dan anak-anak kita karena warna kulit mereka atau agama yang dianggap mereka anut,” katanya. “Kita tidak boleh sedikit pun menyerah pada gagasan yang mulai berakar di Republik ini dan dapat digunakan untuk membenarkan perilaku semacam itu.”