Logo Bloomberg Technoz

Selanjutnya stok Solar (CN 48) tercatat sebesar 1.456.854 kl dengan rencana penyaluran 108.144 kl per hari dan ketahanan stok 13,47 hari.

Pertamina Dex (CN 53) memiliki stok 83.164 kl dengan rencana penyaluran 2.280 kl per hari, sehingga ketahanan stok mencapai 36,47 hari.

Dok. Pertamina

Avtur hingga LPG

Untuk avtur, stok nasional tercatat sebesar 421.190 kl dengan rencana penyaluran 14.365 kl per hari dan ketahanan stok 29,32 hari.

Adapun, stok kerosin atau minyak tanah pasokan nasional per 20 Oktober 2026 mencapai 29.329 kl dengan rencana penyaluran 1.435 kl per hari, sehingga ketahanan stok berada di level 20,44 hari.

Sementara itu, stok gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) tercatat sebesar 342.817 metrik ton (mt).

Kementerian ESDM melaporkan rencana penyaluran LPG berada sekitar 26.513 mt per hari, sehingga ketahanan stok per 20 Oktober 2026 mencapai 12,93 hari.

Dalam kesempatan terpisah hari ini, Bahlil menegaskan pemerintah sedang mengkaji opsi penambahan kuota Pertalite.

Kebijakan ini disiapkan menyusul adanya peningkatan konsumsi pada 2026 dibandingkan dengan tahun sebelumnya di tengah fenomena perpindahan konsumsi masyarakat dari bensin nonsubsidi RON 92 alias Pertamax ke RON 90 alias Pertalite.

Bahlil menjelaskan pemerintah masih melakukan penghitungan dan pengkajian mendalam terkait dengan proyeksi kebutuhan hingga akhir tahun ini.

"Pertalite nanti coba saya akan melakukan exercise [kajian] nanti pada akhir bulan ini, ya. Memang ada terjadi peningkatan dibandingkan dengan 2026, ya. Dibandingkan, eh, ada kenaikan," ujar Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (23/10/2026).

Kementerian ESDM menetapkan total alokasi kuota JBKP Pertalite dan JBT Solar 2026 sebesar 48,43 juta kl. 

Porsi terbesar didominasi oleh JBKP Pertalite dengan alokasi mencapai 30 hingga 31 juta kl, disusul kuota JBT Solar sebesar 18,63 juta kl, dan minyak tanah sebesar 526 ribu kl.

Di sektor LPG 3 kg, alokasi awal APBN 2026 ditetapkan sebesar 8 juta mt dengan perkiraan beban anggaran subsidi dan kompensasi mencapai Rp90,4 triliun hingga Rp105,4 triliun.

(azr/wdh)

No more pages