Logo Bloomberg Technoz

Investor rasanya tengah mereka-reka bagaimana arah kebijakan The Fed dalam rapat Oktober yang hasilnya akan diumumkan minggu depan. Mengutip CME FedWatch, peluang suku bunga acuan bertahan di 3,75-4% adalah 83,9%.

Namun kini pelaku pasar melihat ada risiko, yakni kenaikan harga minyak. Kemarin, harga minyak jenis brent ditutup di US$ 110,02/barel. Naik 1,1% dari hari sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak Mei.

Harga energi yang tinggi membuat tekanan inflasi bakal kian terasa. Akibatnya, The Fed tidak bisa mengabaikan pengetatan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

(aji)

No more pages