Bursa Asia Diproyeksi Turun Efek Harga Minyak yang Picu Inflasi
News
08 October 2026 05:52

Toby Alder–Bloomberg News
Bloomberg, Pergerakan saham-saham Asia diprediksi akan mengalami penurunan, mengikuti pergerakan di Wall Street seiring harga minyak yang tinggi terus memicu kekhawatiran inflasi.
Gerak di pasar saham Jepang, Australia, dan Korea Selatan mengindikasikan penurunan untuk hari kedua berturut-turut pada indeks saham regional. Pasar AS relatif stabil setelah S&P 500 mundur dari rekor tertingginya dan Nasdaq 100 turun 0,2%. Indeks Semikonduktor Philadelphia turun 1,2%.
Harga minyak AS naik 0,8% pada awal perdagangan Asia setelah harga Brent menetap di sekitar US$100, seiring para pedagang mempertimbangkan peningkatan serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz di tengah pasokan minyak dari Timur Tengah yang tetap stabil.
Yield Treasury atau surat utang pemerintah AS dengan bertenor 10 tahun pulih dari level terendah sesi pada Rabu setelah lelang yang solid senilai US$39 miliar, meskipun imbal hasilnya tetap mendekati level tertinggi sejak 2002. Indeks kekuatan dolar naik 0,3% dan ditutup mendekati level tertinggi sejak Juni.





























