Logo Bloomberg Technoz

Pasar negosiasi merupakan fasilitas perdagangan resmi di Bursa Efek Indonesia. Mekanismenya memungkinkan para pihak menyepakati transaksi melalui proses tawar-menawar individual, kemudian memproses kesepakatan tersebut melalui sistem perdagangan bursa. Penggunaan fasilitas ini tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya aksi pengambilalihan.

Menurut Jonathan, transaksi crossing dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk penataan portofolio dan pembelian saham dalam jumlah besar. “Investor institusi bisa memilih pasar negosiasi untuk menyepakati jumlah dan harga transaksi sekaligus. Karena itu, keberadaan transaksi di pasar negosiasi merupakan hal yang wajar, dan bukan menjadi dasar untuk menghubungkannya dengan rumor tertentu,” katanya.

Manajemen BCA melalui fungsi komunikasi perusahaan telah menyatakan bahwa kabar rencana Haji Isam mengakuisisi BCA tidak benar. Pihak Jhonlin Group juga menyampaikan bahwa kabar tersebut adalah hoaks, dan tidak pernah ada pernyataan sebagaimana dimaksud.

Dari sisi ukuran, pengambilalihan BCA akan membutuhkan kemampuan pendanaan yang sangat besar. Sebagai ilustrasi, menggunakan jumlah saham sekitar 123,28 miliar lembar dan harga Rp6.210, nilai keseluruhan saham perseroan mencapai sekitar Rp765,54 triliun. 

“Pembelian saham untuk investasi berbeda dengan pengambilalihan bank. Untuk memperoleh kendali atas perusahaan sebesar BCA, kebutuhan dananya sangat besar, disertai persyaratan kepemilikan dan proses regulator. Itu tidak bisa disimpulkan dari satu transaksi crossing,” ujar Leonardo Lijuwardi analis NH Korindo Sekuritas.

Ia menambahkan, likuiditas BBCA juga memungkinkan investor membangun posisi melalui pasar reguler pada harga yang tersedia. Investor yang ingin memiliki saham BCA tidak harus menggunakan pasar negosiasi, meskipun fasilitas tersebut tetap relevan untuk transaksi blok.

Di sisi valuasi, data pasar per 28 September 2026 menunjukkan BBCA diperdagangkan pada rasio harga terhadap nilai buku atau price to book value (PBV) sekitar 2,72x. Sumber data yang sama mencatat rata-rata PBV historis satu tahun sekitar 4,22x, lebih tinggi dibandingkan posisi tersebut.

Leo menilai valuasi yang lebih rendah dibandingkan historis dapat menjadi salah satu pertimbangan investor membeli BBCA. Penilaian undervalued juga mempertimbangkan profitabilitas, pertumbuhan bisnis, dan prospek perusahaan.

“Pada PBV sekitar 2,7–2,8 kali, valuasi BBCA lebih rendah dibandingkan level historisnya yang berada di atas 3,5 kali. Kondisi ini bisa menarik investor yang melihat fundamental jangka panjang BCA. Minat membeli saham karena valuasi menarik tidak otomatis berarti investor tersebut ingin mengambil alih perusahaan,” katanya.

Selain kebutuhan pendanaan, pengambilalihan bank berada dalam kerangka pengawasan yang ketat.  “Untuk menilai isu akuisisi bank, rujukannya harus berupa informasi resmi, perubahan kepemilikan yang relevan, dan proses persetujuan regulator. Transaksi crossing saja tidak menyediakan bukti tersebut. Investor sebaiknya menilai BBCA berdasarkan kinerja dan valuasinya, serta memisahkan fakta transaksi dari spekulasi yang beredar,” tutup Leo.

(tim)

No more pages