Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Tinggi, Pasar Obligasi dan Saham Asia Tertekan

News
01 October 2026 08:50

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News

Bloomberg, Obligasi Asia melemah, sementara surat utang pemerintah AS (Treasury) mempertahankan kerugiannya karena harga minyak yang tinggi kembali memicu kekhawatiran inflasi. Sebagian besar saham regional juga turun.

Obligasi pemerintah Jepang, Australia, dan Selandia Baru melemah pada perdagangan awal Asia. Sementara itu, imbal hasil Treasury 10 tahun naik 1 basis poin menjadi 5,30%, tetap mendekati level tertinggi sejak 2007 yang dicapai pada Rabu (1/10). Imbal hasil surat utang AS bertenor 30 tahun juga naik 1 basis poin setelah mencapai level tertinggi sejak 2002 pada perdagangan di New York.


Harga minyak bergerak stabil setelah menguat pada Rabu di tengah ketidakpastian mengenai keberlanjutan pemulihan arus pasokan dari Timur Tengah. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember diperdagangkan di kisaran US$98 per barel setelah naik 1,9% pada sesi sebelumnya.

Seiring kenaikan harga minyak, kontrak berjangka indeks saham AS memangkas penguatannya. Kontrak S&P 500 naik tipis 0,2% setelah pergerakan tajam pada akhir perdagangan Wall Street menghapus kenaikan yang dipicu oleh data inflasi AS. Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik turun 0,5%.