Logo Bloomberg Technoz

“Pernyataan ini mengindikasikan bahwa kemungkinan akan ada lebih banyak dukungan kebijakan yang diluncurkan dalam beberapa pekan mendatang untuk menopang target pertumbuhan jangka pendek maupun jangka panjang,” kata Lynn Song, kepala ekonom untuk China Raya di ING Bank NV.

Song mengatakan besaran kebijakan untuk mendukung pasar perumahan, lapangan kerja, dan upah akan menjadi hal penting untuk dicermati. “Jika kita melihat langkah-langkah substantif untuk memperkuat tanda-tanda stabilisasi yang belakangan muncul di pasar properti, dampaknya terhadap perekonomian akan sangat besar,” tambahnya.

Dalam pernyataan pada Senin, para pejabat juga kembali menyerukan percepatan pelaksanaan kebijakan yang telah ada. Pemerintah berjanji mempercepat dimulainya pembangunan proyek besar yang dikenal sebagai Six Networks, mempercepat persetujuan berbagai inisiatif investasi, serta meluncurkan pinjaman berbunga rendah untuk mendorong investasi dan konsumsi.

Pertumbuhan konsumsi di China kembali berada di bawah ekspektasi pada bulan lalu dan melambat hingga mendekati nol. Kepercayaan dunia usaha juga masih lemah. Perusahaan manufaktur, pengembang properti, dan kontraktor infrastruktur semakin memangkas belanja modal, sementara pengeluaran pemerintah terus menurun.

“Momentum pertumbuhan yang mendasar tampaknya belum cukup kuat untuk mencapai target tahunan dengan sendirinya. Hal ini mengindikasikan bahwa dukungan kebijakan tambahan akan diperlukan pada kuartal IV,” kata Jacqueline Rong, kepala ekonom China di BNP Paribas SA. “Tujuan kebijakan tersebut adalah menjembatani kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi yang mendasar dan target 4,5%. Artinya, stimulus yang dibutuhkan tidak harus terlalu besar karena kesenjangannya kemungkinan juga relatif kecil.”

Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap utang pemerintah daerah dan berkurangnya dampak program subsidi konsumen, pemerintah sejauh ini menahan diri untuk tidak menggelontorkan stimulus besar guna mendorong permintaan domestik. Sebaliknya, pemerintah lebih berfokus pada persoalan di sisi penawaran dengan meningkatkan upaya mengatasi kelebihan kapasitas industri dan persaingan harga yang semakin ketat, yang terus menekan margin keuntungan perusahaan.

Menurut pernyataan Dewan Negara, para pembuat kebijakan juga berencana mengadopsi dan menyesuaikan berbagai instrumen kebijakan moneter serta meningkatkan fasilitas pinjaman ulang untuk mendukung inovasi dan peningkatan teknologi. Bloomberg Economics menyebut September sebagai periode penting bagi Beijing untuk memutuskan apakah perlu meningkatkan stimulus ekonomi.

“Stimulus baru ini kemungkinan besar akan berfokus pada kebijakan fiskal,” kata Larry Hu, kepala ekonom China di Macquarie Group. “Tujuannya adalah mendorong ekonomi tumbuh sedikit lebih cepat pada sisa tahun ini dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, demi mencapai target pertumbuhan 4,5%-5% tahun ini.”

(bbn)

No more pages