Logo Bloomberg Technoz

“PGTC 2026 adalah bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki kapasitas, kreativitas, dan kepedulian yang besar terhadap masa depan energi. Melalui EDC, mereka mengasah cara berpikir kritis terhadap isu strategis, dan melalui EIC, mereka menghadirkan solusi inovatif yang relevan dengan tantangan transisi energi. Ini sejalan dengan semangat kami untuk terus mengakselerasi peran talenta muda sebagai motor penggerak ketahanan energi nasional yang berkelanjutan," ujar Arya.

Dua Kompetisi Angkat Isu Energi

Energy Debate Championship atau EDC merupakan kompetisi debat berbahasa Inggris dengan format British Parliamentary. Kompetisi ini menguji kemampuan peserta dalam menyusun argumentasi, melakukan riset, berpikir kritis, dan menyampaikan perspektif secara terstruktur.

Isu yang dibahas dalam kompetisi berkaitan dengan sektor energi dan berbagai tantangan strategis yang dihadapi industri. Format debat tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk menguji kemampuan analisis sekaligus mempertahankan argumentasi berdasarkan informasi dan perspektif yang dimiliki.

Sementara itu, Energynovation Ideas Competition atau EIC menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan inovatif. Kompetisi ini diarahkan pada ide yang dapat menjawab tantangan ketahanan energi serta transisi menuju sistem energi yang berkelanjutan.

Melalui karya dan gagasan yang dikembangkan, mahasiswa didorong untuk melihat persoalan energi dari perspektif yang lebih luas. Kompetisi tersebut juga menjadi ruang bagi peserta untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan dan tantangan yang berkembang di sektor energi.

Pertamina menilai keterlibatan mahasiswa dalam isu energi penting untuk membangun pemahaman sejak dini mengenai tantangan yang akan dihadapi Indonesia. Perubahan teknologi, kebutuhan energi, dan agenda transisi energi menjadi sejumlah isu yang membutuhkan keterlibatan generasi muda.

PGTC 2026 kemudian menempatkan kompetisi sebagai salah satu bagian dari rangkaian pengembangan talenta. Peserta tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta berinteraksi dengan profesional dan pelaku industri energi.

Universitas Indonesia Raih Gelar Juara EDC

Dalam Energy Debate Championship PGTC 2026, tim Universitas Indonesia keluar sebagai champion. Tim tersebut terdiri dari Carlsson Khovis dan Jared Tristan Wibisono.

Posisi 1st runner up diraih tim Universitas Gadjah Mada yang diperkuat Yehezkiel Vito dan Komang Ayu Azka Pramesti Mahiswari Matsuzawa.

Universitas Pelita Harapan menempati posisi 2nd runner up melalui Beatrice Frederica Sungkono dan Timothy Sean Wahyudi. Sementara itu, Universitas Udayana berada di posisi 3rd runner up melalui Theresa Angelica Hartono dan Annabelle Maureen Cherry Therestian.

Selain penghargaan berdasarkan posisi tim, PGTC 2026 juga memberikan penghargaan Best Speaker kepada Carlsson Khovis dari Universitas Indonesia.

Hasil tersebut menjadi bagian dari rangkaian kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dengan kemampuan debat dan pemahaman isu energi dari berbagai perguruan tinggi.

EIC Dorong Gagasan Baru Mahasiswa

Pada kompetisi Energynovation Ideas Competition, gelar champion diraih Faishal Muflih Irfanu Tsaqib dari Universitas Negeri Surabaya.

Posisi 1st runner up ditempati Aisyah Islami Puteri Dnaro dari Institut Teknologi Bandung. Sementara M. Ihsan Fadhlurahman dari Universitas Gadjah Mada meraih posisi 2nd runner up.

PGTC 2026 juga memberikan penghargaan Best Presentation kepada Bryant Jusuf Nainggolan dari Universitas Diponegoro. Penghargaan Most Promising Idea diberikan kepada Mellanie Jasmine Reyfanita dari Universitas Indonesia.

Berbeda dengan kompetisi debat, EIC memberikan ruang yang lebih besar bagi peserta untuk mengembangkan gagasan dan solusi. Ide yang diajukan diarahkan pada berbagai persoalan terkait ketahanan energi dan transisi energi berkelanjutan.

Rangkaian tersebut menunjukkan bagaimana kompetisi mahasiswa dapat menjadi salah satu medium untuk mempertemukan perspektif akademik dengan isu strategis industri. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menguji ide sekaligus menyampaikan gagasan di hadapan pihak yang memiliki pengalaman di sektor energi.

Selain penghargaan bagi para pemenang, peserta dengan posisi tertentu dalam masing-masing kompetisi juga mendapatkan kesempatan mengikuti international exposure atau benchmarking program.

Program tersebut menjadi bagian dari pengalaman pengembangan diri yang diberikan dalam rangkaian PGTC 2026. Kesempatan tersebut memungkinkan peserta memperluas perspektif mengenai praktik dan perkembangan sektor energi di luar lingkungan kompetisi.

Bangun Ekosistem Talenta Energi

Pertamina menempatkan EDC dan EIC bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pengembangan talenta muda. Melalui berbagai rangkaian PGTC, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperluas jaringan.

Interaksi dengan profesional dan pelaku industri juga memberikan gambaran mengenai perkembangan sektor energi serta kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan di masa depan.

Program tersebut sejalan dengan tema PGTC 2026, "Energizing Acceleration for Future Impact", yang menekankan peran generasi muda dalam menghadapi tantangan energi dan menciptakan dampak ke depan.

Bagi Pertamina, keterlibatan mahasiswa dalam pembahasan isu energi juga dapat memperluas ruang dialog mengenai ketahanan energi dan transisi energi. EDC dan EIC menjadi dua pendekatan yang berbeda untuk mendorong mahasiswa melihat isu tersebut melalui kemampuan argumentasi maupun inovasi.

Dengan berakhirnya rangkaian Grand Final dan Awarding PGTC 2026, para pemenang dari EDC dan EIC menjadi bagian dari talenta muda yang mendapatkan pengalaman kompetitif sekaligus pengembangan kapasitas.

Pertamina melalui PGTC 2026 terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan isu energi. Program ini menempatkan pengembangan talenta sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sektor energi dan tantangannya.

(tim)

No more pages