Pertamina Ubah Panas Bumi Jadi Penggerak Pertanian Kamojang

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pertamina mengembangkan pemanfaatan energi panas bumi di Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tidak hanya untuk kebutuhan energi, tetapi juga mendukung aktivitas pertanian masyarakat sekitar.
Melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Kamojang, Pertamina bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Cikondang mengembangkan GeO-Fert, pupuk organik yang proses pengeringannya memanfaatkan excess steam panas bumi.
Inovasi tersebut dijalankan melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB) Kanyaah. Pemanfaatan panas bumi menjadi bagian dari upaya menghubungkan energi terbarukan dengan kegiatan produktif masyarakat, khususnya sektor pertanian.
Gagasan GeO-Fert berangkat dari persoalan yang dihadapi petani di kawasan Kamojang. Kondisi udara yang sejuk dengan tingkat curah hujan dan kelembapan tinggi membuat proses pengeringan pupuk organik secara konvensional membutuhkan waktu hingga 14 hari.
Di sisi lain, petani menghadapi keterbatasan pupuk bersubsidi dan harga pupuk kimia yang relatif tinggi. Kondisi tersebut mendorong pencarian alternatif yang dapat memanfaatkan sumber daya lokal sekaligus mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian.
































