Logo Bloomberg Technoz

Bank sentral AS Federal Reserve sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke 3,75-4% dalam rapat bulan ini. Sepertinya itu bukan yang pertama.

Mengutip CME FedWatch, probabilitas kenaikan Federal Funds Rate menjadi 4-4,25% dalam rapat Oktober mencapai 69,7%, Naik dibandingkan posisi kemarin yakni 55,4%.

Ekspektasi suku bunga yang higer for longer membuat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS melonjak. Kemarin, yield untuk tenor 10 tahun melonjak 15,4 bps ke 5,124%. Ini menjadi yang tertinggi sejak 2007.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi dan keuntungan di instrumen lain lebih menggiurkan.

Ilustasi emas Fine Gold Switzerland

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Kamis (24/9/2026)? Apakah bisa bangkit atau malah kian terhimpit?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masuk zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 45. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 26. Menghuni area jual (short) yang kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sejatinya berpeluang naik. Koreksi yang lumayan dalam bisa saja melahirkan technical rebound.

Target resisten terdekat adalah Moving Average (MA) 10 di US$ 4.324/troy ons. Resisten berikutnya ada di US$ 4.344/troy ons.

Penembusan di level tersebut berpotensi mengangkat harga emas ke rentang US$ 4.371-4.415/troy ons. Target paling optimistis adalah US$ 4.494/troy ons.

Namun kalau harga emas turun lagi, maka US$ 4.263/troy ons rasanya akan menjadi support terdekat. Support lanjutan ada di kisaran US$ 4.258-4.224/troy ons.

(aji)

No more pages