Produksi Film AI Bisa Lebih Mahal dari Era Seluloid, Ini Sebabnya
Muhammad Fikri
08 November 2026 16:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam industri perfilman selama ini dipandang mampu menekan biaya produksi. Namun, sejumlah pelaku industri film Korea Selatan memperingatkan bahwa penggunaan teknologi tersebut justru berpotensi membuat produksi film berdurasi panjang lebih mahal dibandingkan era kamera seluloid 35 milimeter (35mm).
Mengutip Variety, Minggu (8/11/2026), peringatan tersebut disampaikan dalam Taiwan Creative Content Fest (TCCF) di Taipei. Pendiri sekaligus CEO studio produksi konten AI Studio Meta-K, Kim Kwang-jib, mengatakan biaya penggunaan perangkat AI komersial untuk memproduksi film berdurasi 100 menit dapat mencapai lebih dari KRW500 juta atau sekitar Rp 6,64 miliar (dengan asumsi KRW1 sama dengan Rp13,27)
Menurut Kim, biaya tersebut terutama berasal dari penggunaan token untuk menjalankan model AI. Dia memperkirakan biaya produksi bisa melonjak hingga KRW5 miliar (Rp66,4 miliar) apabila perusahaan penyedia layanan AI menaikkan tarif token hingga 10 kali lipat.
Kondisi tersebut berpotensi menjadi tantangan bagi industri film Asia. Kim menyebut produksi film Korea Selatan, Taiwan, dan sejumlah negara Asia lainnya umumnya membutuhkan anggaran sekitar KRW3 miliar hingga KRW5 miliar (Rp39 miliar- Rp65 miliar) untuk produksi live action dan efek visual atau visual effects (VFX).
Sebaliknya, produksi film Hollywood dengan anggaran sekitar KRW200 miliar (RP2,66 triliun) dinilai masih memiliki ruang untuk menyerap kenaikan biaya tersebut.




























