Rupiah Menguat Usai Pengumuman BI Rate, Mata Uang Asia Berguguran
Tim Riset Bloomberg Technoz
23 September 2026 16:28

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah ditutup menguat 0,4% ke Rp17.800/US$, usai Bank Indonesia (BI) menetapkan suku bunga acuan di 5,75% yang sesuai konsensus pasar.
Dari pasar Asia, rupiah hari ini menjadi mata uang dengan penguatan paling signifikan. Disusul peso Filipina yang menguat 0,18%.
Sementara mayoritas mata uang kawasan terlihat melemah. Salah satu pemicunya adalah yuan China yang melemah setelah bank sentral PBoC menetapkan kurs referensi yang lebih rendah untuk kali pertama sejak 8 September.
Penguatan rupiah didukung oleh penurunan harga minyak Brent ke US$99,14/barel. Harga minyak menjadi swing factor yang menggerakkan rupiah sepanjang pekan lalu. Rupiah melemah seiring kenaikan harga minyak mentah.
Aida S. Budiman, Deputi Senior Gubernur BI, menyebut bahwa secara fundamental rupiah masih memiliki penopang. Seperti inflasi domestik masih 2,9% (di bawah sasaran target BI) serta cadangan devisa sebesar US$146,5 miliar yang masih cukup untuk membiayai impor 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri.




























