Logo Bloomberg Technoz

Tekanan eksternal yang meningkat belum cukup kuat untuk BI mengerek kembali suku bunga acuan yang sudah naik 100 basis poin (bps) pada Mei-Juni lalu. Sebagian ekonom menilai, pelemahan rupiah yang terjadi disebabkan oleh tingginya yield global, kenaikan harga minyak, dan ketidakpastian kebijakan moneter global. Sehingga, BI dapat kembali mengoptimalkan instrumen non-suku bunga seperti FX swap, DNDF, serta pengelolaan likuiditas dan arus modal asing.

Pada RDG sebelumnya, usai adanya pergantian kepemimpinan secara mendadak, BI tak lagi mengandalkan suku bunga acuan sebagai langkah stabilisasi rupiah. Bank sentral mulai memperluas instrumen stabilisasi lewat transaksi NDF, spot, DNDF, juga berbagai insentif hedging demi menarik dan mempertahankan aliran valas ke dalam negeri. 

Di sisi lain, pelaku pasar juga akan mencermati komunikasi BI setelah keputusan suku bunga, sebab seringkali tersemat pesan penting bagi pembentukan ekspektasi pasar. 

Jika BI mempertahankan BI Rate di 5,75%, tetapi memberi sinyal bahwa stabilisasi rupiah tetap jadi prioritas dan instrumen intervensi terus dioptimalkan, tekanan terhadap rupiah berpotensi mereda. 

Analisa Teknikal 

Analisis Teknikal Rupiah Rabu 23 September 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal nilai tukar rupiah masih ada potensi melemah, namun memang dengan laju pelemahan yang sudah terbatas di rentang sempitnya, dengan mencermati support terdekat menuju level Rp17.900/US$ yang merupakan support pertama dengan target pelemahan kedua bakal tertahan di Rp17.950/US$.

Apabila kembali break kedua support tersebut, berpotensi melemah lanjutan dengan menuju level Rp18.000/US$ sebagai support paling terkuatnya dalam time frame daily.

Jika nilai rupiah terjadi penguatan hari ini, dengan volume kuatnya menembus resistance, menarik dicermati pada level Rp17.850/US$ dan selanjutnya kembali menuju Rp17.800/US$ secara potensial, terlebih lagi ada resistance mencapai Rp17.700/US$.

--- analisa teknikal diperbarui, dengan asistensi M. Julian Fadli

(riset)

No more pages