Logo Bloomberg Technoz

Amman juga mengumumkan target produksi dari kegiatan peleburan dan pemurnian, di mana target produksi katoda tembaga sepanjang 2026 ditargetkan sebanyak 130.000 ton dan emas murni 350.000 ton.

"Sejalan dengan peningkatan kadar bijih yang ditambang, kami telah memperbarui panduan produksi emas dalam konsentrat tahun 2026 menjadi 775.000 ons emas atau naik 34%," sebagaimana tertulis dalam laporan keuangan semester I-2026 AMMN.

Adapun, AMMN melaporkan cadangan bijih tambang Batu Hijau meningkat 10,2% per Juni 2026 meskipun telah berproduksi selama 18 bulan. Kandungan bijih tembaga meningkat 2,6%, sementara kandungan emas turun 6,7%.

Sekadar catatan, AMMN mengumumkan produksi konsentrat tembaga sepanjang semester I-2026 mencapai 211 juta pon atau sekitar 95.707 ton, naik 136% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 89 juta pon atau sekitar 40.370 ton.

Produksi katoda tembaga pada semester I-2026 mencapai 48.756 ton naik 146% dibandingkan dengan semester I-2025 sejumlah 19.805 ton. Lalu, produksi emas murni pada semester I-2026 dilaporkan mencapai 122.131 ons.

Kenaikan produksi konsentrat tembaga dan konsentrat emas sejalan dengan meningkatnya produksi konsentrat yang mencapai 347.307 metrik ton kering, naik sekitar 81% dibandingkan semester I-2025 sebesar 191.657 metrik ton kering.

Perusahaan juga melaporkan penjualan konsentrat tembaga sepanjang semester I-2026 mencapai 72 juta ton dengan harga jual bruto sekitar US$6,8 per pon.

Penjualan konsentrat emas sepanjang semester I-2026 mencapai 120.667 ons, dengan harga jual bruto US$4.864 per ons.

Dari sisi peleburan dan pemurnian, penjualan katoda tembaga sepanjang semester I-2026 mencapai 48.654 ton atau naik 163% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 18.522 ton. 

Penjualan emas murni pada semester I-2026 mencapai 65.544 ons dengan harga jual bersih US$4.746 per ons.

Glencore menjadi pembeli terbesar AMMN dengan kontribusi mencapai 61,1% dari total penjualan atau senilai US$1,25 miliar.

Selain Glencore, penjualan kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencapai 15,1% atau US$310,11 juta dan PT Marubeni Indonesia sebesar 11,3% atau US$231,85 juta.

Secara produk, penjualan domestik AMMN berasal dari katoda tembaga senilai US$430,71 juta dan emas murni US$311,06 juta.

Sementara itu, penjualan ekspor mencapai US$1,31 miliar, yang terdiri dari penjualan konsentrat tembaga, emas, serta katoda tembaga.

Direktur Utama Amman Mineral Arief Sidarto mengungkapkan sepanjang semester I-2026 perseroan mengekspor 120.079 metrik ton kering konsentrat tembaga yang mengandung sekitar 72 juta pon tembaga dan 120.667 ons emas.

Pada saat yang sama, perseroan juga meningkatkan kapasitas produksi smelter sehingga pada Juli—Agustus 2026 tingkat input konsentrat di smelter perseroan mencapai kapasitas desain.

“H1 2026 menandai kemajuan yang signifikan bagi Amman, dengan pertumbuhan produksi yang kuat di seluruh kegiatan operasi terintegrasi kami. Kinerja ini didukung oleh peningkatan penambangan bijih segar serta kadar bijih yang lebih tinggi,” kata Arief dalam laporan keuangan semester I-2026 AMMN.

Dengan kinerja produksi dan penjualan tersebut, AMMN mencatat laba bersih US$497,93 juta atau Rp8,89 triliun (asumsi kurs Rp17.857 per dolar AS) pada semester I-2026.

(azr/wdh)

No more pages