Apple memperkenalkan modem C2 dalam acara Surprise and Shine yang digelar pada 9 September 2026. Komponen tersebut menjadi penerus C1X yang sebelumnya digunakan pada iPhone Air dan iPhone 17e.
Salah satu peningkatan utama pada C2 adalah dukungan terhadap jaringan 5G millimetre-wave atau mmWave. Teknologi tersebut memungkinkan perangkat mencapai kecepatan unduh lebih dari 2Gbps dalam kondisi jaringan tertentu.
Namun, mmWave memiliki karakteristik yang berbeda dari frekuensi 5G yang lebih rendah. Jangkauannya relatif terbatas dan sinyalnya juga lebih sulit menembus bangunan.
Karena itu, jaringan 5G mid-band masih menjadi pilihan yang lebih praktis bagi banyak pengguna di Amerika Serikat. Teknologi tersebut menawarkan keseimbangan antara kecepatan dan jangkauan untuk penggunaan sehari-hari.
C2 Diklaim Lebih Efisien dalam Penggunaan Daya
Selain meningkatkan kemampuan konektivitas, modem C2 juga membawa perhatian dari sisi efisiensi energi. PhoneArena menyebut konsumsi energi C2 sekitar 15 persen lebih rendah dibandingkan C1X.
Efisiensi tersebut berpotensi memberikan keuntungan terhadap penggunaan baterai. Modem merupakan salah satu komponen yang dapat memengaruhi konsumsi daya ketika perangkat terus terhubung ke jaringan seluler.
Dengan konsumsi energi yang lebih rendah, Apple berpeluang mempertahankan kemampuan konektivitas sekaligus mengurangi beban terhadap baterai. Namun, dampak sebenarnya terhadap daya tahan baterai tetap bergantung pada penggunaan perangkat secara keseluruhan.
Di sisi lain, Snapdragon X80 yang ditemukan pada iPhone 18 Pro Max merupakan modem Qualcomm yang dirancang untuk digunakan pada berbagai perangkat dan sistem operasi, termasuk iOS dan Android.
C2 memiliki pendekatan berbeda karena dikembangkan Apple secara khusus untuk ekosistem perangkatnya. Pengembangan internal tersebut memberikan Apple ruang lebih besar untuk mengatur hubungan antara perangkat keras, perangkat lunak, dan sistem operasi.
Perbedaan tersebut dapat memberikan keuntungan dalam proses integrasi. Apple dapat mengoptimalkan modem dengan komponen lain di dalam iPhone sehingga fungsi konektivitas dapat disesuaikan dengan kebutuhan sistem secara lebih terintegrasi.
Meski demikian, penggunaan Snapdragon X80 pada iPhone 18 Pro Max menunjukkan bahwa Apple masih memanfaatkan teknologi modem eksternal pada model tertentu. Belum diketahui secara pasti alasan teknis maupun strategi bisnis di balik perbedaan tersebut.
iPhone 18 Pro Max Gunakan A20 Pro dan N1
Pembongkaran awal TechInsights terhadap iPhone 18 Pro Max juga mengungkap sejumlah komponen penting lainnya. Perangkat tersebut diketahui menggunakan Apple A20 Pro sebagai prosesor aplikasi dengan RAM LPDDR5X berkapasitas 12GB.
Dalam rantai pasokan memorinya, Samsung disebut menjadi pemasok utama. SK Hynix dan Micron juga disebut termasuk dalam jajaran pemasok komponen memori untuk perangkat tersebut.
Selain prosesor dan memori, TechInsights menemukan Apple N1 di dalam iPhone 18 Pro Max. Cip tersebut berperan dalam menangani sejumlah fungsi konektivitas nirkabel, termasuk Wi-Fi dan Bluetooth.
Apple pertama kali memperkenalkan N1 bersama seri iPhone 17. Kehadiran cip tersebut menjadi bagian dari langkah Apple untuk menggantikan sejumlah komponen yang sebelumnya berasal dari Broadcom.
N1 juga memungkinkan Apple memperbesar kendali terhadap sistem konektivitas perangkat. Integrasi yang lebih erat dengan iOS dapat membantu Apple mengoptimalkan sejumlah fitur yang membutuhkan koneksi nirkabel.
Beberapa fungsi yang berkaitan dengan integrasi tersebut mencakup:
-
Wi-Fi dan Bluetooth.
-
Pengelolaan konektivitas nirkabel.
-
Integrasi dengan fitur iOS seperti AirDrop.
-
Optimalisasi konsumsi daya pada sistem konektivitas.
TechInsights juga menemukan modul antena mmWave baru pada iPhone 18 Pro Max. Komponen tersebut berkaitan dengan dukungan terhadap jaringan 5G mmWave yang menjadi salah satu bagian penting dari kemampuan konektivitas perangkat.
Meski demikian, detail mengenai arsitektur antena tersebut belum sepenuhnya diketahui. TechInsights masih membutuhkan analisis lebih lanjut untuk menentukan perbedaan desainnya dibandingkan sistem yang digunakan pada generasi sebelumnya.
Perbedaan modem antara iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max juga membuat konfigurasi internal kedua perangkat menjadi semakin menarik. Walaupun sama-sama berada dalam lini Pro, komponen yang digunakan tidak sepenuhnya identik.
Hal tersebut menunjukkan bahwa perbedaan antara model Pro dan Pro Max tidak hanya dapat ditemukan pada fitur yang terlihat oleh pengguna. Komponen internal dan strategi pengadaan perangkat keras juga dapat berbeda di antara keduanya.
Apple Kembangkan Modem C3 untuk Generasi Berikutnya
Pengembangan modem Apple diperkirakan tidak berhenti pada C2. Perusahaan disebut sedang menyiapkan generasi berikutnya melalui modem C3 yang memiliki nama kode "Prometheus".
PhoneArena melaporkan bahwa C3 diproyeksikan membawa sejumlah peningkatan dibandingkan generasi sebelumnya. Pengembangannya disebut mencakup performa konektivitas, kemampuan AI, serta dukungan untuk generasi teknologi jaringan satelit berikutnya.
Jika pengembangan tersebut terus berjalan sesuai rencana, C3 dapat menjadi bagian penting dari strategi Apple untuk meningkatkan penggunaan teknologi modem buatannya sendiri.
Beberapa kemampuan yang dilaporkan sedang diproyeksikan untuk C3 meliputi:
-
Peningkatan performa konektivitas.
-
Kemampuan AI yang lebih lanjut.
-
Dukungan terhadap generasi jaringan satelit berikutnya.
-
Pengurangan ketergantungan terhadap pemasok modem eksternal.
Pengembangan tersebut sejalan dengan langkah Apple dalam memperluas penggunaan komponen yang dirancang secara internal. Selain modem, perusahaan juga telah mengembangkan berbagai cip untuk mengendalikan lebih banyak bagian dari ekosistem perangkatnya.
Namun, strategi penggunaan modem yang berbeda pada iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max menunjukkan bahwa transisi tersebut belum sepenuhnya seragam. Snapdragon X80 masih ditemukan pada salah satu model Pro, sementara model lainnya dilaporkan sudah menggunakan C2.
Untuk saat ini, temuan TechInsights masih bersifat awal sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan konfigurasi komponen dan alasan di balik perbedaan tersebut. Informasi tambahan dari pembongkaran maupun dokumentasi teknis berikutnya dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah pengembangan modem Apple.
Dengan C2 yang mulai digunakan pada generasi iPhone terbaru dan C3 yang dipersiapkan untuk generasi berikutnya, Apple tampaknya terus memperluas pengembangan teknologi konektivitas internal. Perjalanan tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem perangkat keras dan perangkat lunak yang semakin terintegrasi.
(seo)
































