"CATL meraup semua keuntungan, sementara produsen mobil di hilir terhimpit," tulis Hu Xijin, mantan pemimpin redaksi tabloid nasionalis China Global Times, dalam unggahan di Weibo pekan ini. "Ada pepatah yang beredar di industri ini: dunia sudah terlalu lama menderita di bawah kekuasaan 'Raja CATL'."
CATL belum menanggapi permintaan komentar. Saham perusahaan turun 0,9% di Shenzhen. Sahamnya telah turun 17% sepanjang tahun ini.
Li Auto menjadi pelopor dalam upaya diversifikasi ini dan berencana secara bertahap melengkapi semua model kendaraannya dengan baterai hasil pengembangan internal, sebagaimana diumumkan pada 7 September.
Awal tahun ini, peluncuran sedan listrik baru perusahaan, i6, sempat tertunda akibat keterlambatan pengiriman baterai dari CATL. Li Auto terpaksa beralih ke pemasok alternatif, Sunwoda, untuk mengatasi kendala tersebut.
Xiaomi, yang selama ini mengandalkan baterai dari CATL dan BYD Co, awal bulan ini memperkenalkan platform baterai baru yang dirancang bersama dua produsen skala kecil, CALB Group Co dan Sunwoda.
Platform bernama Longjia ini dijadwalkan akan digunakan pada lini baru kendaraan sport utility vehicle (SUV) Xiaomi, Skynomad.
Seiring perkembangan teknologi kemudi otonom, produsen mobil juga mulai lebih fokus mengembangkan sistem energi dan keahlian baterai secara internal, ujar Hsiao, analis dari Morgan Stanley.
"Jadi, di satu sisi, hal ini didorong oleh strategi bisnis, sementara di sisi lain, solusi tenaga tetap sangat penting bagi perkembangan mereka di masa depan—tidak hanya untuk kendaraan, tetapi juga untuk kecerdasan buatan [AI] yang terintegrasi," ujarnya.
(bbn)































