Logo Bloomberg Technoz

JPMorgan Sulit Proyeksi Pasar Minyak Gegara Perang, Trader Waswas

News
18 September 2026 16:50

Kapal tanker STI Comandante meninggalkan tempat berlabuhnya setelah mengantarkan kiriman solar Rusia ke Inggris./Bloomberg-Chris J. Ratcliffe
Kapal tanker STI Comandante meninggalkan tempat berlabuhnya setelah mengantarkan kiriman solar Rusia ke Inggris./Bloomberg-Chris J. Ratcliffe

Lorelei Smillie - Bloomberg News

Bloomberg, Lebih dari enam bulan setelah perang Iran pecah, analis minyak JPMorgan Chase & Co mengungkap hal yang selama ini sering dibicarakan secara tertutup oleh banyak pelaku pasar: arah menuju akhir perang tersebut semakin sulit diprediksi.

Beberapa batasan ekonomi yang sebelumnya dianggap tidak akan dilanggar oleh pemerintah AS—seperti harga minyak yang melampaui US$100 per barel, harga bensin mendekati US$5 per galon, dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury)—ternyata telah terjadi.


Hal ini membuat strategi keluar dari krisis ini menjadi kurang jelas, ungkap para analis, termasuk Natasha Kaneva, dalam catatannya.

Para trader dan analis minyak semakin ragu mengenai berapa lama perang di Iran akan berlangsung seiring melonjaknya harga energi dan efek domino yang mengancam akan menggagalkan pertumbuhan ekonomi global serta memicu inflasi.