Lonjakan permintaan ini didorong oleh kenaikan harga gas alam dan fenomena El Ninõ yang kuat, sehingga meningkatkan kebutuhan pendingin ruangan (AC).
Lonjakan permintaan batu bara ini terjadi di tengah upaya dunia memasang turbin angin dan panel surya untuk menghasilkan listrik dari sumber terbarukan.
Sumber-sumber energi ramah lingkungan tersebut memang cukup untuk meredam laju penggunaan bahan bakar fosil, tetapi belum memadai untuk membuatnya karena permintaan listrik global terus meningkat.
Proyeksi Exxon ini tidak memperhitungkan konflik di Timur Tengah karena dampaknya secara menyeluruh belum dapat dipastikan saat ini.
"Kami membutuhkan waktu beberapa tahun lagi untuk benar-benar memahami seperti apa dampaknya terhadap fundamental jangka panjang," ujarnya.
(ros)





























