Logo Bloomberg Technoz

Merujuk Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia yang diterbitkan Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGen) pada 2024, sebaran gempa tersebut tidak berada di zona Sesar Garsela Segmen Kendang, Sesar Garsela Segmen Kencana maupun Sesar Cicalengka. Gempa justru terkonsentrasi di area yang belum terpetakan sebagai zona sesar dalam peta tersebut.

Kondisi itu menjadi salah satu alasan BMKG menilai diperlukan kajian lebih mendalam untuk mengetahui sumber gempa yang memicu rangkaian aktivitas tersebut. Terlebih, pola sebaran episentrum yang membentuk kelurusan mengindikasikan kemungkinan adanya struktur atau aktivitas sesar lokal yang perlu diteliti lebih lanjut.

Untuk memperkuat pemantauan, BMKG mengoperasikan 35 sensor seismik yang tersebar di wilayah Jawa Barat. Jaringan seismograf tersebut memungkinkan BMKG mendeteksi dan mencatat aktivitas gempa bumi bermagnitudo kecil dengan tingkat presisi yang cukup baik. Aktivitas seismik skala kecil umumnya dapat berkaitan dengan pergerakan patahan aktif pada sesar-sesar darat di Jawa Barat.

BMKG akan terus memonitor perkembangan aktivitas gempa bumi di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya serta menyampaikan informasi terbaru kepada pemangku kepentingan dan masyarakat. BMKG juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat diminta memastikan informasi mengenai aktivitas gempa hanya merujuk pada kanal resmi BMKG, termasuk Instagram dan X @infoBMKG serta @BMKGBandung, situs resmi BMKG dan InaTEWS, kanal Telegram InaTEWS_BMKG, serta aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG.

(dec)

No more pages