Selain itu, kenaikan harga emas juga ditopang oleh penurunan harga minyak dunia. Kemarin, harga minyak jenis brent ditutup di anjlok hampir 2% ke US$ 104,08/barel.
Bloomberg News memberitakan, Arab Saudi tengah berupaya untuk memulihkan sekitar setengah dari kapasitas jalur distribusi Timur-Barat dalam beberapa hari ke depan. Jalur ini ditutup pekan lalu akibat serangan pesawat nirawak (drone) Iran.
“Kekhawatiran seputar defisit fiskal, beban utang, serta pada akhirnya pelemahan dolar AS dan pelonggaran moneter akan menopang harga emas, meski masih akan ada volatilitas dalam waktu dekat. Koreksi harga menuju US$ 4.000/troy ons menjadi kesempatan untuk menambah eksposur,” tegas Giovanni Staunovo, Strategist di UBS Group AG, dalam catatannya.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Jumat (18/9/2026)? Apakah bisa naik lagi atau kembali terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 49.
RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI emas tidak jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.
Kemudian indikator Stochastic RSI 14 hari berada di 47. Menghuni area jual (short) tetapi tidak terlalu kuat, juga mengarah ke netral.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya berisiko kembali turun. Target support terdekat ada di US$ 4.312/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5.
Cermati pivot point US$ 4.292/troy ons. Dari sini, harga emas berisiko menguji rentang US$ 4.260-4.187/troy ons.
Target paling pesimistis ada di US$ 4.070/troy ons.
Andai harga emas masih kuat menanjak, maka US$ 4.374/troy ons bisa menjadi resisten terdekat. Target paling optimistis adalah US$ 4.471/troy ons.
(aji)

























