Logo Bloomberg Technoz

Gegara Pertamax Naik?

Bahlil memang tak menegaskan shifting tersebut disebabkan disparitas harga Pertamax dengan Pertalite yang cukup lebar. Namun, dia menegaskan harga minyak mentah dunia memang masih di sekitar US$100 per barel.

Dia menyatakan masih tingginya harga minyak mentah dunia tersebut menyebabkan harga BBM nonsubsidi di Indonesia turut naik.

Kendati begitu, Bahlil mengklaim stok BBM nasional berada di atas standar minium atau berada di rentang 18–20 hari.

"Jadi pasti berdampak pada harga nasional, di mana harga subsidi kita tidak ada kita naikkan. Jadi pasti orang akan memilih ke sana," ujar Bahlil.

"Tapi maksud saya adalah, saudara-saudara kita yang mampu, yang memakai mobil bagus, ya tolonglah, subsidi ini kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," tegasnya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan surutnya sejumlah sungai di Indonesia membuat pengiriman BBM ke daerah harus menggunakan jalur darat, sehingga waktu tempuhnya lebih panjang.

Kendati begitu, dia menyatakan Kementerian ESDM telah menginstruksikan untuk menambah armada daratnya agar kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.

Ketika proses distribusi cukup panjang, Laode menyatakan terdapat peningkatan permintaan BBM sehingga membuat terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU di wilayah Kalimantan—Sulawesi.

“Kalau pengiriman tetap kita jaga, tetapi kan sekarang ini El Niño. Contoh yang dikirim lewat sungai, sungainya dangkal, jadi kita tambahkan truk-truk. Truknya kan enggak cepat sampai seperti kalau kita kirim lewat sungai, jadi dia membutuhkan waktu. Makanya, ada waktu tunggu yang harus disiapkan di SPBU-SPBU itu,” kata Laode kepada awak media di Kompleks DPR, Rabu (16/9/2026).

Lebih lanjut, Laode juga memastikan antrean panjang pembelian BBM yang sempat terjadi di wilayah Makassar telah mulai terurai.

Hal tersebut diklaim terjadi setelah PT Pertamina (Persero), Kementerian ESDM, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), dan pemerintah daerah melakukan berbagai inovasi di lapangan.

“Sehingga kalau kita perhatikan di SPBU-SPBU yang antrean panjang sekarang sudah terurai,” ungkapnya.

Adapun, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mengungkapkan antrean pembelian BBM bersubsidi di Makassar telah berangsur normal, tetapi perseroan tetap menambah pasokan hingga memperpanjang jam operasional SPBU.

Executive General Manager PPN Regional Sulawesi Deny Sukendar menjelaskan perseroan juga menambah nozzle dan operator di sejumlah SPBU dan menambah outlet satuan tugas pelayanan BBM.

“Berbagai langkah recovery telah kami lakukan dan terus kami perkuat, termasuk bersama Satgas Gabungan di lapangan. Kami melihat kondisi antrean di sejumlah SPBU Makassar saat ini sudah berangsur membaik, dengan layanan yang semakin normal,” ujar Deny melalui siaran pers, Selasa (15/9/2026).

Dia kembali menegaskan layanan BBM di SPBU wilayah Makassar telah mulai normal, tetapi bakal tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, serta Polri melalui Satgas Gabungan.

Satgas tersebut melakukan pemantauan dan pengawasan secara langsung di lapangan, termasuk membantu pengaturan dan penguraian antrean di SPBU.

“Perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan BBM di Makassar agar kebutuhan energi masyarakat dapat dilayani dengan makin baik,” ungkap Deny.

(azr/ros)

No more pages