Desil bantuan sosial merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi. Pemerintah menggunakan pembagian tersebut sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran sejumlah program bantuan sosial.
Terdapat 10 kelompok desil yang menunjukkan posisi masyarakat dari tingkat kesejahteraan paling rendah hingga paling tinggi. Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kelompok kesejahteraannya dalam pengelompokan tersebut.
Berikut pembagian desil bansos:
-
Desil 1, yaitu 10 persen kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
-
Desil 2, yaitu kelompok 10 persen berikutnya.
-
Desil 3, yaitu kelompok 10 persen berikutnya.
-
Desil 4, yaitu kelompok 10 persen berikutnya.
-
Desil 5 sampai 9, yaitu kelompok dengan tingkat kesejahteraan yang semakin tinggi.
-
Desil 10, yaitu 10 persen kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Pembagian tersebut digunakan untuk menggambarkan posisi relatif kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, desil tidak sekadar menunjukkan kondisi ekonomi seseorang secara terpisah, tetapi menempatkan keluarga dalam kelompok berdasarkan data sosial ekonomi yang tersedia.
Kondisi yang menjadi dasar penghitungan dapat berubah. Jika terdapat perubahan pada keadaan keluarga, data yang tercatat juga perlu diperbarui agar informasi sosial ekonomi dapat mencerminkan kondisi terbaru.
Desil yang Menjadi Prioritas Sasaran Bansos
Kementerian Sosial menggunakan desil sebagai salah satu dasar untuk menentukan sasaran program bantuan sosial. Namun, setiap bantuan memiliki ketentuan dan mekanisme tersendiri dalam menentukan penerimanya.
Berdasarkan informasi pada laman resmi Cek Bansos Kemensos, kelompok desil yang dapat diusulkan untuk sejumlah program bantuan antara lain:
-
Desil 1, dapat diusulkan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako.
-
Desil 2, dapat diusulkan untuk PKH dan bantuan sembako.
-
Desil 3, dapat diusulkan untuk PKH dan bantuan sembako.
-
Desil 4, dapat diusulkan untuk PKH dan bantuan sembako.
-
Desil 5, dapat diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
Sementara itu, desil 6 hingga desil 10 merupakan kelompok kesejahteraan yang berada di atas 50 persen. Kelompok tersebut tidak termasuk dalam kelompok sasaran bansos berdasarkan pengelompokan desil yang dijelaskan pada laman Cek Bansos.
Meski demikian, masyarakat perlu memahami bahwa desil bukan satu-satunya penentu penerimaan bantuan. Setiap program tetap memiliki persyaratan, mekanisme verifikasi, serta ketentuan lain yang perlu dipenuhi.
Dengan demikian, seseorang tidak dapat langsung menyimpulkan bahwa dirinya pasti menerima bantuan hanya karena berada dalam desil tertentu. Desil lebih tepat dipahami sebagai gambaran posisi kesejahteraan keluarga yang menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penentuan sasaran.
Cara Sanggah Data Desil Bansos
Masyarakat yang merasa data desilnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat mengajukan pembaruan data. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memeriksa informasi yang tercatat melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos.
Pengecekan diperlukan agar masyarakat mengetahui data sosial ekonomi dan posisi desil yang tercatat dalam sistem. Setelah menemukan adanya ketidaksesuaian, pembaruan dapat diajukan melalui beberapa jalur.
Berikut tahapan yang dapat dilakukan:
-
Pengajuan pembaruan data
Masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui pemerintah desa atau kelurahan dan dinas sosial. Selain itu, pengajuan juga dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos.
Jalur tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan adanya perubahan atau ketidaksesuaian data sosial ekonomi keluarga. Data yang disampaikan selanjutnya mengikuti mekanisme verifikasi dan pemutakhiran yang berlaku.
-
Menyampaikan kondisi sosial ekonomi sebenarnya
Informasi yang diajukan dalam pembaruan harus menggambarkan kondisi keluarga secara faktual. Masyarakat perlu memastikan data yang disampaikan sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Penilaian kondisi sosial ekonomi mempertimbangkan sejumlah faktor. Beberapa di antaranya berkaitan dengan pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, serta kepemilikan aset.
Faktor-faktor tersebut menjadi bagian dari informasi yang digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi keluarga. Karena itu, perubahan pada aspek tersebut perlu disampaikan ketika masyarakat mengajukan pembaruan data.
-
Menunggu penghitungan ulang
Pengajuan pembaruan data tidak berarti posisi desil akan langsung berubah. Setelah data diperbarui melalui mekanisme yang berlaku, proses penghitungan ulang dilakukan secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Artinya, masyarakat perlu menunggu sampai proses pemutakhiran dan penghitungan ulang selesai. Hasil akhirnya dapat menunjukkan posisi desil yang berbeda apabila data dan kondisi sosial ekonomi keluarga memang mengalami perubahan.
Desil Bukan Jaminan Mendapat Bansos
Pemahaman mengenai fungsi desil penting agar masyarakat tidak keliru dalam membaca hasil pengecekan Cek Bansos. Desil digunakan untuk menggambarkan posisi kesejahteraan keluarga dan menjadi salah satu acuan dalam menentukan sasaran bantuan.
Berada pada desil 1 sampai 4 memang termasuk dalam kelompok yang dapat diusulkan untuk sejumlah program seperti PKH dan bantuan sembako. Namun, hal tersebut bukan berarti setiap keluarga pada kelompok tersebut secara otomatis menerima bantuan.
Begitu pula dengan desil 5 yang dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK. Ketentuan program dan proses penetapan penerima tetap perlu diperhatikan.
Karena itu, masyarakat sebaiknya melihat informasi desil sebagai bagian dari keseluruhan data sosial ekonomi. Hasil tersebut tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk memastikan seseorang akan menerima bantuan sosial tertentu.
Apabila data yang muncul sudah tidak sesuai dengan kondisi keluarga, pembaruan menjadi langkah yang dapat dilakukan. Masyarakat dapat menyampaikan kondisi sebenarnya melalui desa atau kelurahan, dinas sosial, maupun aplikasi Cek Bansos.
Setelah pengajuan dilakukan, data akan melalui proses pemutakhiran dan penghitungan ulang secara periodik. Dengan begitu, perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga dapat diperhitungkan dalam pembaruan data berikutnya.
Masyarakat juga dapat melakukan pengecekan secara berkala untuk memastikan informasi yang tercatat tetap sesuai. Langkah tersebut penting terutama ketika terjadi perubahan kondisi pekerjaan, tempat tinggal, kepemilikan aset, atau faktor sosial ekonomi lainnya.
Dengan memahami fungsi desil dan mekanisme pembaruan data, masyarakat dapat menggunakan informasi Cek Bansos secara lebih tepat. Data desil bukan penentu mutlak penerimaan bansos, melainkan salah satu dasar yang digunakan pemerintah dalam menentukan kelompok sasaran program bantuan sosial.
(seo)





























