Hingga Selasa, seluruh penampil pembuka lain dalam tur Sheeran—termasuk Finneas, saudara sekaligus kolaborator yang kerap bekerja sama dengan bintang pop Billie Eilish—telah mengundurkan diri dari tur tersebut. Begitu pula dengan band pengiring Sheeran. Lukas Graham, grup asal Denmark yang sebelumnya dijadwalkan tampil, mengatakan bahwa “uang tidak memberi Anda hak untuk menguasai percakapan. Saldo rekening seseorang tidak seharusnya menentukan siapa yang boleh berbicara atau penderitaan mana yang boleh kita akui.”
Lagu protes yang dibawakan Macklemore, Hind’s Hall, merangkum sejumlah tema yang kerap muncul dalam kritik kelompok progresif terhadap Israel. Dalam lagu tersebut, ia menyebut tindakan Israel di Gaza sebagai genosida, menggambarkan perlakuan historis terhadap warga Palestina sebagai apartheid, mengecam penyamaan anti-Zionisme dengan antisemitisme, mengkritik kelompok lobi seperti AIPAC, serta mengatakan bahwa “supremasi kulit putih akhirnya mendapat sorotan.”
Sejumlah warga Yahudi sepakat dengan pandangannya—yang juga menjadi salah satu tema dalam lagu Macklemore. Namun, bagi banyak warga Yahudi lainnya, keyakinan terhadap Zionisme merupakan bagian penting dari keimanan mereka. Mereka juga mengatakan bahwa Israel menjadi sasaran kritik secara tidak adil, sementara tindakan Hamas tidak dibahas dan terkadang bahkan mendapat pujian.
“Terlalu banyak nyawa telah hilang dan terlalu banyak penderitaan telah terjadi, tetapi hanya membagikan informasi secara selektif dan mengabaikan tindakan Hamas bukanlah sesuatu yang jujur dan hanya akan memperbesar perpecahan serta kebencian,” kata Kraft dalam sebuah pernyataan. Kraft merupakan seorang Yahudi dan selama ini memimpin berbagai upaya untuk memerangi antisemitisme secara global.
Patriots owner Bob Kraft has released a statement addressing his decision to block Macklemore from performing with Ed Sheeran at Gillette Stadium, a move that ultimately led Sheeran to drop Macklemore from his tour. pic.twitter.com/ubNQ6Ovyhe
— CONSEQUENCE (@consequence) September 14, 2026
Kraft dan pihak-pihak lainnya berpendapat bahwa kritik terhadap Israel kerap mencerminkan sejarah panjang antisemitisme yang sudah ada jauh sebelum konflik terbaru di Gaza. Macklemore sebelumnya juga mendapat kecaman setelah tampil dalam sebuah konser dengan mengenakan kostum yang mencakup wig hitam, janggut, dan hidung yang dibuat lebih besar. Ia kemudian meminta maaf dan mengatakan bahwa dirinya menyadari kostum tersebut, “dalam konteks stereotip, dapat dianggap sebagai karikatur terhadap orang Yahudi.”
Operasi militer terbaru Israel di Gaza dipicu oleh serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Sejak saat itu, perdebatan politik dan budaya di AS diwarnai perselisihan mengenai dukungan AS terhadap Israel, meningkatnya antisemitisme, serta hak kebebasan berbicara bagi para demonstran. Perang yang dilancarkan Presiden Donald Trump di Iran, bersama Israel, semakin memanaskan perdebatan tersebut. Isu ini juga menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatnya dukungan terhadap kandidat sosialis di Partai Demokrat.
Alexandria Ocasio-Cortez, anggota Kongres AS dari New York yang dipandang sebagai salah satu tokoh sayap kiri yang berpotensi maju dalam pemilihan presiden 2028, mengkritik tindakan Kraft terhadap Macklemore.
“Ketika melihat apa yang dilakukan Robert Kraft untuk mengoordinasikan seluruh stadion agar menyensor kebebasan berbicara dengan cara yang spesifik itu, menjadi jelas bahwa ini bukan hanya soal satu atau dua musisi. Ini tentang bagaimana hanya segelintir pemilik stadion dan kelompok elite dapat mencegah pembahasan mengenai sebuah isu besar, dalam hal ini genosida di Gaza,” katanya dalam video yang diunggah TMZ.
Israel telah menolak tuduhan bahwa mereka melakukan genosida.
?️ Rep. AOC tells @hicharliecotton she is boycotting Ed Sheeran because she says he's complicit in Robert Kraft and other stadium owners' efforts to silence Macklemore. pic.twitter.com/zuISc3zaFs
— TMZ (@TMZ) September 15, 2026
Kritikus lainnya menyoroti kesediaan pemilik klub-klub NFL untuk tetap memberikan panggung kepada Ye—sebelumnya dikenal sebagai Kanye West—meskipun ia pernah melontarkan pernyataan yang secara terang-terangan antisemit. Rapper tersebut telah meminta maaf atas pernyataannya dan mengatakan bahwa dirinya mengalami gangguan bipolar. Ia dijadwalkan tampil di AT&T Stadium, markas Dallas Cowboys, pada November. Stadion tersebut merupakan salah satu lokasi yang dilaporkan keberatan dengan keterlibatan Macklemore dalam tur Sheeran.
“Pria yang merilis lagu berjudul Heil Hitler dan menyebut dirinya seorang Nazi sepenuhnya diterima untuk tampil di sebuah stadion. Pria yang mengatakan Free Palestine tidak,” tulis komentator Jemele Hill dalam sebuah unggahan di media sosial.
Pada Rabu, Macklemore mengatakan dirinya berencana menyumbangkan US$1 juta, yang merupakan jumlah pendapatan bersihnya dari tur Sheeran, kepada organisasi yang mendukung masyarakat Palestina. Ia juga menantang Kraft untuk memberikan sumbangan dengan jumlah yang sama.
Tak lama kemudian, Kraft mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa sebelum kabar mengenai tantangan Macklemore muncul, Sheeran telah menelepon dan meminta pemilik Patriots tersebut untuk menyamai rencana donasinya sendiri sebesar US$2 juta untuk bantuan kemanusiaan di kawasan tersebut. Menurut Kraft, Sheeran berencana meminta pemilik-pemilik tempat konser lainnya untuk turut memberikan donasi.
Statement from Robert Kraft pic.twitter.com/as3f4RUKse
— Gillette Stadium (@GilletteStadium) September 16, 2026
Harga tiket termurah untuk hampir seluruh konser Sheeran turun dalam beberapa hari terakhir, berdasarkan data harga dari platform penjualan kembali yang dihimpun situs agregator Ticket Data. Penurunan tersebut termasuk 10% untuk konser akhir pekan ini di Philadelphia. Harga tiket untuk dua konsernya di stadion milik Patriots juga turun masing-masing 5% dan 10% dalam tiga hari terakhir, menjadi US$126 dan US$113.
Sementara itu, Sheeran mengatakan bahwa keputusan untuk mengeluarkan Macklemore dari rangkaian turnya bukan berasal darinya, melainkan dari pihak venue dan promotor konser.
“Setelah penampilan Macklemore di konser-konser saya di New Jersey, pihak venue untuk jadwal tur saya berikutnya mengatakan bahwa mereka akan membatalkan pertunjukan jika dia masih menjadi penampil pendukung,” tulis Sheeran di Instagram.
“Saya diberi tahu bahwa sikap tersebut didasarkan pada cara Macklemore menyampaikan sebagian pesannya selama penampilannya, bukan pada seluruh hal yang disampaikan.”
Ed Sheeran has released a new statement addressing Macklemore's departure from his tour after stadium owners pressured Sheeran to remove the rapper after he spoke out in support of Palestine. pic.twitter.com/ZZXMz3LRZC
— CONSEQUENCE (@consequence) September 15, 2026
Ia mengatakan telah berupaya “membangun jembatan” dan berbicara dengan “para aktivis dari kedua pihak” untuk mencari jalan keluar, tetapi tidak berhasil.
“Saya tidak terlibat dalam hal ini,” tambah Sheeran.
(bbn)






























