Logo Bloomberg Technoz

Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, proyeksi yang dikenal sebagai dot plot, yang digunakan Bank Sentral AS untuk memberikan sinyal mengenai arah kebijakan moneternya, menunjukkan kemungkinan satu kenaikan suku bunga lagi tahun ini.

Gubernur The Fed Kevin Warsh mengambil sikap hawkish dengan mengatakan bahwa kenaikan suku bunga tersebut telah “mengurangi dosis akomodasi kebijakan.” Imbal hasil obligasi bertenor dua tahun yang sensitif terhadap suku bunga naik ke level tertinggi sejak 2024, sehingga mendorong penguatan dolar AS untuk sesi ketiga berturut–turut. 

“Kenaikan suku bunga The Fed hari ini kemungkinan akan diikuti setidaknya satu kenaikan lagi pada akhir tahun ini, kemungkinan besar pada Desember,” kata Stephen Brown dari Capital Economics, dikutip dari Bloomberg News.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam riset terbaru pagi ini menyebut, median proyeksi Federal Funds Rate dalam dot plot terbaru menunjukkan suku bunga bisa mencapai 4,1% pada akhir 2026. Kombinasi inflasi yang masih persisten, pasar tenaga kerja yang relatif solid, serta kenaikan harga energi menjadi alasan utama mengapa The Fed menempuh jalur hawkish.

“Bagi IHSG, kenaikan 25 bps tersebut sebenarnya sudah priced in, sehingga faktor penentu pada 17 September bukan lagi keputusan kenaikannya, melainkan forward guidance Kevin Warsh dan proyeksi suku bunga berikutnya,” mengutip riset Mirae Asset Sekuritas.

Sebelum keputusan FOMC, pasar juga sudah mengantisipasi respons IHSG akan lebih banyak ditentukan oleh arah kebijakan The Fed setelah September. Dengan kata lain, pasar menilai The Fed masih membuka peluang kenaikan berikutnya sehingga tekanan terhadap aset berisiko termasuk saham Indonesia bisa berlanjut.

Riset Phintraco Sekuritas memaparkan, kenaikan suku bunga The Fed sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar. Namun pernyataan Kevin Warsh yang menekankan risiko inflasi masih tinggi meningkatkan kekhawatiran.

“The Fed cermati inflasi dan mengindikasikan kenaikan suku bunga lanjutan,” tulis riset Phintraco.

Kenaikan Federal Funds Rate September 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal, indikator Stochastic RSI berpotensi membentuk golden cross di area oversold. Namun histogram negatif MACD makin melebar sehingga IHSG masih bertahan di atas level MA-100.

IHSG diperkirakan bergerak di rentang 6.400–6.550 hari ini, sebelum ada konfirmasi untuk arah pergerakan selanjutnya dengan support 6.350, demikian riset Phintraco.

(fad/aji)

No more pages