Logo Bloomberg Technoz

Apa Itu Beras Fortifikasi? Apa Isinya dan Alasan Harus Diawasi

Referensi
16 September 2026 12:05

Pekerja memanggul karung beras di salah satu toko di Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja memanggul karung beras di salah satu toko di Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Beras fortifikasi kini menjadi salah satu inovasi pangan yang didorong untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Produk ini dikembangkan dengan menambahkan sejumlah zat gizi mikro melalui proses teknologi pangan, sehingga memiliki kandungan vitamin dan mineral yang lebih lengkap dibandingkan beras biasa.

Sebagai bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari, beras dinilai memiliki posisi strategis dalam upaya meningkatkan asupan zat gizi. Fortifikasi memungkinkan penambahan zat gizi dilakukan tanpa mengharuskan masyarakat mengubah kebiasaan makan pokoknya.

Dalam standar nasional beras fortifikasi, terdapat sejumlah vitamin dan mineral yang menjadi bagian dari persyaratan kandungan gizi. Zat gizi tersebut meliputi:

  • Vitamin B1 atau tiamin

  • Asam folat

  • Vitamin B12

  • Zat besi atau iron

  • Seng atau zinc


Kehadiran zat gizi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan beras fortifikasi tidak sekadar memiliki klaim nutrisi pada kemasan, tetapi benar-benar memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan melalui standar nasional.

Proses Pembuatan dan Kandungan Beras Fortifikasi

Proses pembuatan beras fortifikasi dilakukan dengan memanfaatkan fortificant kernel atau butiran khusus yang mengandung konsentrasi zat gizi tambahan. Kernel tersebut kemudian dicampurkan dengan beras yang telah melalui proses penyosohan.