Minth bersama PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) melalui perusahaan patungan atau joint venture (JV) akan mempersiapkan produksi komponen kendaraan listrik di Indonesia. Salah satu komponen yang menjadi fokus adalah battery case, yang merupakan bagian dari battery pack.
"Ketika orang bicara baterai, mereka berpikir battery pack. Tapi kita bersama DRMA akan membuat battery case," ujarnya.
Minth menilai battery case merupakan komponen penting dalam battery pack. Perusahaan juga mendorong agar komponen tersebut dapat diproduksi secara lokal untuk memenuhi kebutuhan industri kendaraan listrik di Indonesia.
"Kita perlu meminta pemerintah untuk memastikan battery case di lokalisasi di Indonesia," katanya.
Minth menyebut perusahaan telah memproduksi lebih dari 6 juta battery case untuk lebih dari 100 model mobil secara global. Ke depan, produksi di Indonesia tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga berpotensi diarahkan untuk ekspor.
"Perusahaan joint venture kita bukan hanya untuk pasar rumah, tapi juga untuk teman-teman, pembeli-pembeli, buat tetangga, buat kita ekspor," ujarnya.
Selain memasok ke produsen kendaraan atau original equipment manufacturer (OEM), Minth juga melihat peluang memasok battery case kepada produsen baterai. Perusahaan menyebut sejumlah pemain seperti CATL dan Gotion sebagai calon pasar untuk komponen tersebut.
Adapun produksi JV antara DRMA dan Minth ditargetkan mulai pada kuartal II 2027, sedangkan pasokan kepada pelanggan diperkirakan dimulai pada kuartal III 2027. Saat ini bangunan pabrik telah tersedia, dengan tahap berikutnya mencakup penyesuaian fasilitas dan instalasi mesin.
(ain)































