Investor juga tengah mencermati dan bersikap wait–and–see terhadap aturan Short Selling yang diaktifkan kembali oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), yang kemudian berpotensi meningkatkan efisiensi price discovery, namun juga meningkatkan volatilitas jangka pendek.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) memperhitungkan nilai perdagangan mencapai Rp7,15 triliun dari sejumlah 16,75 miliar saham yang ditransaksikan, dengan frekuensi yang terjadi 1,05 juta kali jual–beli.
Tercatat masih ada penguatan 324 saham, dan sebanyak–banyaknya 300 saham terjadi pelemahan. Sisanya 164 saham stagnan.
Saham–saham big caps menjadi pemberat IHSG pada perdagangan siang ini, pelemahan saham BYAN, saham ASII, hingga saham BREN. Diperberat lagi oleh saham–saham keuangan, saham perindustrian, dan saham energi melemah paling dalam, dengan masing–masing minus 1,18%, 0,97% dan juga 0,64%.
Saham big caps menjadi pemberat IHSG hingga menempati top losers:
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengurangi 10,65 poin
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengurangi 10,27 poin
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengurangi 7,38 poin
- PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) mengurangi 4,63 poin
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengurangi 4,43 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 3,17 poin
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengurangi 2,98 poin
- PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mengurangi 2,11 poin
- PT Astra International Tbk (ASII) mengurangi 2,04 poin
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengurangi 1,55 poin
Sentimen wait and see terhadap penunjukkan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, melengkapi pelemahan IHSG pada siang hari ini.
Menteri Keuangan baru ini secara luas dipandang sebagai salah satu pembuat kebijakan fiskal utama di Indonesia. Pengalamannya di bidang kebijakan fiskal, pengelolaan anggaran, dan pembiayaan pemerintah mengindikasikan kesinambungan kebijakan, keberlanjutan fiskal, serta upaya mempertahankan kredibilitas kebijakan.
Dalam pernyataan perdananya, Suahasil menyoroti tiga prioritas: menjaga kredibilitas APBN, memperkuat komunikasi publik yang dapat dipercaya, serta memastikan anggaran tetap mendukung program-program prioritas pemerintah.
Menyitir RHB Sekuritas, pasar akan mencermati bagaimana Menteri Keuangan baru mengelola likuiditas pemerintah.
Di bawah Menteri Keuangan sebelumnya, sebagian SAL ditempatkan di sistem perbankan untuk mendukung likuiditas dan transmisi kredit. “Pertanyaan utama adalah bagaimana kebijakan tersebut akan berkembang di bawah kepemimpinan baru dan bagaimana kebijakan itu akan ditempatkan dalam kerangka fiskal yang lebih luas,” papar RHB Sekuritas dalam catatan terbarunya.
Ke depan, lanjut dalam catatan yang sama, diperkirakan kredibilitas fiskal akan tetap menjadi fokus utama dalam perumusan kebijakan. Stabilitas fiskal, pengelolaan anggaran yang disiplin, serta efektivitas alokasi belanja kemungkinan akan menjadi prinsip utama yang memandu kebijakan.
Terlebih lagi nilai tukar rupiah yang pada perdagangan siang hari ini lanjut melemah turut jadi pemicu IHSG tergelincir di zona merah. Mengacu data Bloomberg, rupiah tengah melemah 0,23% di pasar spot di posisi Rp17.689/US$.
Jika rupiah terus melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini, maka support menarik dicermati pada level Rp17.700/US$ dan selanjutnya Rp17.800/US$ secara potensial menahan rupiah.
(fad)





























