Logo Bloomberg Technoz

Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Senin (14/9/2026).

  1. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengurangi 22,53 poin
  2. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengurangi 10,05 poin
  3. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengurangi 7 poin
  4. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengurangi 5,74 poin
  5. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengurangi 5,13 poin
  6. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengurangi 4,43 poin
  7. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengurangi 4,4 poin
  8. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengurangi 3,88 poin
  9. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengurangi 3,2 poin
  10. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) mengurangi 2,97 poin

Adapun saham LQ45 lain juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) drop 5,74%, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terpeleset 4,76%, dan saham PT Indosat Tbk (ISAT) juga melemah dengan kehilangan 4,12%.

Saham–saham LQ45 lainnya juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) drop 3,85%, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) terpeleset 3,76%, dan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) juga melemah dengan kehilangan 3,72%.

Analis Panin Sekuritas menyebut, IHSG ditutup melemah 1,7% di level 6.429 pada perdagangan Sesi I Senin (14/9/2026), yang sejalan dengan memburuknya sentimen global. Eskalasi geopolitik di Timur Tengah mendorong harga minyak global menembus US$107/barel, meningkatkan risiko pelebaran defisit fiskal Indonesia melalui kenaikan beban subsidi energi dan kompensasi, terutama apabila harga minyak bertahan di atas asumsi APBN. 

Peningkatan risiko geopolitik di Timur Tengah, amat menjadi perhatian pasar, terlebih pasca insiden di Selat Hormuz dan serangan drone terhadap Arab Saudi memicu kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan energi global.

“Di sisi lain, inflasi AS yang masih persisten memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat pada pertemuan minggu ini, sehingga mendorong penguatan dolar AS dan tekanan terhadap aset emerging markets,” analisis Panin Sekuritas.

Sentimen tersebut turut menekan nilai tukar rupiah yang kembali melemah hingga level Rp17.644/US$, berdasarkan data Bloomberg di pasar spot, meningkatkan tekanan terhadap pasar saham domestik.

(fad)

No more pages