Logo Bloomberg Technoz

RI: Negara Berkembang Harus Jadi Penentu Ekonomi Global

Ibnu Affan
14 September 2026 11:10

Prabowo Subianto di KTT BRICS India 2026. (Dok. Sekretariat Presiden)
Prabowo Subianto di KTT BRICS India 2026. (Dok. Sekretariat Presiden)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indonesia mendorong negara-negara berkembang untuk ikut mengambil peran lebih besar dalam penentuan arah kebijakan dan tata kelola di sistem ekonomi global, alih-alih hanya menjadi pihak yang menerima ketentuan yang dirumuskan negara-negara maju.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keterlibatan aktif negara berkembang dinilai sangat krusial di tengah upaya reformasi lembaga global seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), World Trade Organization (WTO), dan International Financial Institutions IFIs).

“Apabila kita tidak menjadi bagian dari proses negosiasi, maka ketentuan tersebut pada akhirnya akan ditetapkan dan diterapkan kepada kita," Airlangga dalam keterangan resminya, dikutip Senin (14/9/2026).


"Karena itu, Indonesia perlu terus mengambil peran aktif dalam membentuk tata kelola global yang lebih inklusif, representative dan berkeadilan," sambungnya menegaskan.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu dorongan yang diutarakan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/09/2026) lalu.