Logo Bloomberg Technoz

RI Soroti Reformasi Sistem Multilateral Ekonomi Negara BRICS

Redaksi
14 September 2026 10:35

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indonesia mendorong reformasi sistem multilateral dalam bidang ekonomi menjadi semakin penting di tengah meningkatnya fragmentasi ekonomi global, ketidakpastian perdagangan, serta berbagai tantangan terhadap rantai pasok.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026) lalu.

"Indonesia terus mendorong sistem perdagangan multilateral yang terbuka, inklusif, transparan, berbasis aturan, dan memberikan ruang pembangunan yang memadai bagi negara berkembang," ujar Airlangga dalam siaran resminya, Senin (14/9/2026).


Airlangga mengatakan, keikutsertaan secara aktif negara-negara berkembang dalam proses reformasi tersebut menjadi hal yang sangat krusial lantaran berbagai kebijakan yang akan ditetapkan pada negara berkembang.

Sebagai salah satu negara berkembang, Indonesia berpandangan negara-negara berkembang perlu menjadi bagian dari proses pembentukan dan negosiasi tata kelola global, bukan hanya menjadi penerima dari ketentuan yang telah ditetapkan.