Kenaikan saham SRAJ tersebut berhasil menahan kejatuhan IHSG yang ditutup ‘hanya’ melemah 0,73%.
Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Jumat (11/9/2026).
- PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) menyumbang 12,35 poin
- PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) menyumbang 8,6 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang 2,11 poin
- PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang 1,63 poin
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyumbang 1,4 poin
- PT Timah Tbk (TINS) menyumbang 0,54 poin
- PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menyumbang 0,45 poin
- PT Indosat Tbk (ISAT) menyumbang 0,36 poin
- PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) menyumbang 0,29 poin
- PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) menyumbang 0,26 poin
Arah IHSG Selanjutnya
Mengutip paparan Phintraco Sekuritas, IHSG sempat melemah hingga level 6.462, namun kembali berada di atas level 6.540. Sehingga secara weekly teknikal, MACD masih bertahan di level positif, namun Stochastic RSI membentuk death cross di area overbought.
“Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 6.450–6.700 pada perdagangan pekan depan,” terang Phintraco Sekuritas.
Senada, Panin Sekuritas menyebut, IHSG berhasil bertahan di atas support MA–50 di level 6.425 dan ditutup dengan pola candle Hammer.
“Selanjutnya jika Senin IHSG mampu ditutup di atas level ini (6.425), maka berpotensi rebound melanjutkan trend bullish jangka pendek menuju resistance terdekat 6.713,” analisis Panin pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (11/9/2026).
(fad)






























