Logo Bloomberg Technoz

Rentetan Peristiwa Keracunan MBG, IDAI Beri Rekomendasi

Dinda Decembria
11 September 2026 17:30

Siswa menyantap MBG di SDN Kebayoran Lama Selatan 11, Jakarta. Selasa (21/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa menyantap MBG di SDN Kebayoran Lama Selatan 11, Jakarta. Selasa (21/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyerukan penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul berulangnya kasus keracunan makanan yang menimpa anak-anak. IDAI menilai standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut harus diperketat dan tidak bisa ditawar.

“Kami dari IDAI menyerukan stop keracunan makanan pada MBG maupun makanan-makanan lain. Stop keracunan, sudah cukup lah. Enough is enough. Tidak boleh ada lagi korban yang jatuh keracunan karena MBG ini,” kata Ketua Pengurus Pusat IDAI Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), dalam konferensi pers secara daring,  Jumat (11/9/2026).

Piprim mengatakan kasus keracunan makanan dalam program MBG telah terjadi berulang kali. Menurut dia, jumlah korban secara keseluruhan bahkan sudah mencapai puluhan ribu anak.


“Karena ini sudah berulang, berulang, berulang. Korbannya total sudah puluhan ribu,” ujarnya.

Ia menegaskan, satu anak yang mengalami keracunan pun tidak seharusnya dianggap sebagai angka statistik. Apalagi jika kondisi tersebut berdampak terhadap kesehatan anak dalam jangka panjang.