Logo Bloomberg Technoz

Kementerian Kehutanan juga telah berkomunikasi dengan sejumlah mitra konservasi yang memiliki pengalaman dalam penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran orangutan, antara lain Yayasan Ekosistem Leuser (YEL), Jaringan Satwa Indonesia (JSI), Center for Orangutan Protection (COP), dan Forum Orangutan Indonesia (FORINA).

"Para mitra tersebut telah menyatakan kesiapan untuk mendukung Kementerian Kehutanan dalam proses repatriasi dan selanjutnya penanganan serta rehabilitasi kelima bayi orangutan tersebut apabila telah dipulangkan ke Indonesia," tulis Kemhut.

Setelah proses repatriasi dapat dilakukan, Kemhut mengatakan, penanganan terhadap satwa akan mengikuti prosedur konservasi yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, karantina, identifikasi genetik, asesmen perilaku, serta rehabilitasi sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing individu. 

"Selanjutnya, apabila memenuhi persyaratan, satwa akan dipertimbangkan untuk mengikuti tahapan rehabilitasi menuju pelepasliaran ke habitat alaminya," tulis lembaga tersebut.

Perdagangan Satwa Ilegal Harus Diberantas

Dinas Kehutanan India menemukan para bayi Orangutan di kawasan hutan Blok Bhogarai atau Udaipur pada 8 September lalu. Lokasi ini berada dekat perbatasan Negara Bagian Bengal Barat.

Berdasarkan informasi, kelima bayi tersebut dalam kondisi sehat dengan perkiraan usia sekitar 1-1,5 tahun. Pada saat ini, para bayi tersebut juga tengah berada dalam perawatan di Nandankan Zoological Park, Bhubaneswar, India.

Kementerian Kehutanan menduga para bayi tersebut berasal dari spesies Orangutan Sumatra berdasarkan pengamatan awal pada ciri fisik dan morfologinya. Meski demikian, pemerintah memang ingin data yang lebih akurat melalui pemeriksaan DNA.

Meski demikian, Kemhut memastikan spesies Orangutan bukan satwa asli India. Spesies tersebut memiliki habitat alami pada hutan di Indonesia dan Malaysia terutama Sumatra dan Kalimantan.

"Keberadaan lima bayi orangutan di India menimbulkan dugaan kuat bahwa satwa tersebut merupakan korban dari aktivitas perdagangan dan penyelundupan satwa liar secara ilegal yang melibatkan jaringan lintas negara," tulis kementerian.

Secara paralel, pemerintah juga akan menempuh jalur hukum untuk mengusut kronologi dan penyebab para bayi Orangutan tersebut berada di wilayah India. Pemerintah mengklaim akan mengungkap jaringan perdagangan satwa ilegal.

(dov/frg)

No more pages