Dia menyebutkan kapal-kapal pengangkut tidak dapat berlayar melintasi sungai yang dangkal, sehingga komoditas energi tersebut terisolasi di lokasi penampungan sementara tanpa kepastian waktu pengiriman.
“Iya dia [batu bara] tertahan di pelabuhan-pelabuhan setempat, belum bisa kemana-mana,” ungkap Kris.
Lebih lanjut, Perhapi memproyeksikan bahwa krisis pengiriman ini masih berpotensi berlangsung dalam jangka panjang.
Kristiono memaparkan dampak El Niño saat ini baru memasuki fase awal kemarau yang umumnya bertahan selama dua hingga tiga bulan.
Namun, jika berdasarkan estimasi dan pemantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kekeringan ekstrem ini diperkirakan dapat berlanjut hingga 2027.
“Ini kan masih awal kemarau, biasanya 2-3 bulan. Kalau kata BMKG bisa 2027, ya dampaknya pasti ada," tambahnya.
Di sisi lain, tidak hanya mengganggu jalur distribusi di Sungai Barito, krisis air akibat kemarau panjang ini juga telah meluas ke wilayah perairan vital lainnya di Kalimantan Timur, yakni Sungai Mahakam.
Kristiono menyampaikan bahwa debit air Sungai Mahakam mulai menyusut secara signifikan, yang mengakibatkan penurunan kapasitas angkutan logistik serta lalu lintas pengiriman batu bara hingga mencapai 25%—30% dari volume normal.
“Mahakam ini mulai surut juga, mulai kurang kapasitas pengiriman 25%—30%, trafiknya jadi kurang,” katanya.
Sebelumnya, APBI mengonfirmasi surutnya sungai Mahakam telah menghambat pengiriman batu bara, bahkan berpotensi meningkatkan stok sementara di area tambang maupun stockpile pelabuhan.
Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani menyatakan hingga kini APBI masih belum dapat mengestimasikan volume ekspor batu bara yang terhambat pengirimannya gegara surutnya sungai Mahakam.
Meskipun begitu, dia menyatakan penurunan debit air di sungai Mahakam membatasi draft tongkang sehingga muatan tidak dapat dimaksimalkan.
“Kondisi ini tentu dapat memengaruhi kelancaran pemenuhan pasokan batu bara dan berpotensi meningkatkan stok sementara di area tambang maupun stockpile pelabuhan,” kata Gita ketika dihubungi, Selasa (8/9/2026).
“Untuk dampaknya terhadap volume ekspor, saat ini kami belum dapat memperkirakan secara pasti berapa volume ekspor yang terdampak akibat surutnya sungai Mahakam,” tegas Gita.
Gita juga menegaskan fenomena yang terjadi di Kalimantan tersebut perlu menjadi perhatian, sebab wilayah tersebut menjadi salah satu pusat produksi dan ekspor batu bara nasional.
Adapun, surutnya sungai di Kalimantan yang digunakan sebagai jalur angkutan tongkang batu bara tidak hanya terjadi di sungai Barito, tetapi juga di sungai Mahakam.
Sungai terpanjang di Kalimantan Timur itu turut terimbas fenomena El Niño, sehingga muatan batu bara yang diangkut tongkang di wilayah tersebut terpaksa harus dibatasi.
Di sisi lain, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda Mursidi menyatakan telah mengeluarkan instruksi agar seluruh perusahaan dan pemilik pelabuhan membatasi muatan batu bara di tongkang menjadi sekitar 5.500—6.000 ton.
Mursidi menjelaskan, dalam kondisi normal, tongkang pengangkut batu bara dapat mengangkut hingga 7.000 ton batu bara.
Namun, saat ini kondisi tersebut dapat membahayakan pelayaran sebab debit air mengalami penyusutan.
“Kita juga melakukan imbauan. Artinya, instruksi juga sebetulnya kepada semua perusahaan termasuk pemilik pelabuhan untuk melakukan pemuatan di bawah batas normal lah,” kata Mursidi, dikutip dari YouTube Tribun Kaltim, Jumat (4/9/2026).
Sementara itu, Shanghai Metals Market (SMM) dalam risetnya membenarkan sejumlah tongkang yang melalui sungai Mahakaman mengalami kesulitan saat berlayar ke hulu meskipun muatannya telah dikurangi.
Ditegaskan juga penurunan kapasitas angkutan membuat biaya logistik pengangkutan batu bara menjadi meningkat.
“Beberapa tongkang masih mengalami kesulitan saat berlayar ke hulu meskipun muatannya telah dikurangi. Kelompok industri tersebut mencatat bahwa penurunan kapasitas angkut per perjalanan akan membutuhkan lebih banyak perjalanan dan meningkatkan biaya logistik,” tulis SMM dalam risetnya.
(smr/wdh)





























