Manajemen menjelaskan, kebutuhan air pada fasilitas data center berjalan pada dua lapisan: air pendingin untuk sistem pembuangan panas, serta air bersih dan air limbah domestik dari operasional fasilitas yang berjalan sepanjang waktu dan wajib diolah hingga memenuhi baku mutu.
"Pada lapisan kedua inilah kompetensi Traya Hydro berperan," ujarnya mengungkap peran keterlibatan dalam proyek tersebut.
Nantinya, teknologi Membrane Bioreactor menghasilkan air hasil olahan / air olahan yang tidak hanya memenuhi baku mutu air limbah domestik, tetapi juga layak dimanfaatkan kembali sebagai air non-konsumsi, sejalan dengan sistem air daur ulang yang menjadi bagian dari desain fasilitas hyperscale generasi terbaru di Indonesia.
Traya Hydro bergerak di bidang solusi pengolahan air dan air limbah dengan kapabilitas pada berbagai teknologi, termasuk produsen Membrane Bioreactor (MBR) dan Ultrafiltration (UF) dengan fasilitas manufaktur di dalam negeri serta sertifikasi SNI dan TKDN. Kapabilitas tersebut menempatkan Traya Hydro sebagai bagian dari infrastruktur pendukung yang dibutuhkan dalam pembangunan fasilitas data center berskala besar.
(ain)

































