"Harga-harga akan turun drastis, dan kami akan menurunkannya. Untuk bensin, menurut saya kita bisa menekannya hingga di bawah US$2/galon. Namun, hal itu baru akan terjadi setelah pemilihan umum sela."
Harga bensin, yang saat ini rata-rata berada di atas US$4,22/galon secara nasional menurut AAA, menjadi salah satu ancaman politik terbesar bagi rekan-rekan Partai Republik Trump dalam pemilihan umum sela.
Para pemilih menganggap ekonomi dan biaya hidup sebagai isu-isu terpenting, dan berbagai jajak pendapat menunjukkan bahwa mereka memberikan penilaian buruk terhadap kinerja presiden dalam menangani kedua hal tersebut.
Keputusan Trump, bersama Israel, untuk menyerang Iran pada akhir Februari memicu konflik yang menyebabkan guncangan pasokan energi global, sehingga mendorong kenaikan harga bahan bakar.
Sang Presiden, tanpa disertai bukti, menuduh Iran berupaya memperpanjang perang demi merugikan partainya secara politik dalam pemilihan umum musim gugur mendatang.
"Menurut saya, perang akan berakhir segera setelah pemilihan umum karena mereka tidak akan sanggup bertahan lebih lama lagi. Mereka sangat ingin memengaruhi hasil pemilihan agar kita mendapatkan kelompok pemimpin yang lemah, yang akan membiarkan mereka begitu saja dan membiarkan mereka memiliki senjata nuklir," ujarnya.
(bbn)





























